Kewajiban Menuntut ilmu

بسم الله الرحمن الرحيم

Orang yang wajib belajar ilmu


Di wajibkan belajar ilmu bagi:

1.Mukhallaf :  ialah orang yang punya beban kewajiban.

Syarat mukhallaf yaitu:
1.Orang yang berakal
2.Baligh.

Baligh terdiri 2:
Baligh bagi laki-laki syarat nya:
- Apabila keluar mani pada usia 9 tahun hijriah.
- Genap usia 15 tahun hijriah walaupun tidak keluar mani.

Baligh bagi wanita syarat nya:
- Apabila keluar mani pada usia 9 tahun hijriah
- Genap usia 15 tahun hijriah walaupun tidak keluar mani.
- Keluar darah haid di usia 9 tahun hijriah.

3.Orang yang sampai kepadanya dakwah Islam.
4.Selamat pendengaran dan penglihatan.
5. Islam(syarat ini bagi yang tidak beriman).

Wajib bagi setiap mukhallaf  mengambil Islam.
Setelah mengambil Islam  maka wajib bagi nya menjalankan semua aturan-aturan dalam Islam.
Bagi setiap mukhallaf diwajibkan atasnya: melaksanakan semua yang diwajibkan Allah SWT kepada mereka.
Dan wajib baginya mukhallaf  melakukan kewajiban tersebut dengan segala syarat dan rukunnya dan wajib menjauhi segala yang membatalkan.
Dan wajib bagi orang tersebut mengajak, mengingatkan orang lain.
Jika ada yang melihat orang yang melakukan kesalahan dalam beribadah, wajib bagi kita untuk mengingatkan.


Rukun agama

Rukun agama ada 3 :
1. Rukun iman
2. Rukun Islam
3. Ihksan


1. Rukun iman 

Secara bahasa iman artinya : percaya.
Secara istilah syariat iman artinya : percaya dengan benar benar percaya dibarengi dengan kepatuhan akan kepercayaan itu terhadap apa yang datang dibawa oleh nabi Muhammad Saw dari apa yang datang dengan urusan agama yang maklum menurut agama secara darurat ( istilahnya: hal hal yang diketahui  dalam agama baik oleh orang awam ataupun orang alim. Contoh: sholat wajib, puasa wajib, dll).

Rukun iman ada 5 :
1. Beriman kepada Allah SWT
2. Beriman kepada malaikat malaikat Allah SWT
3. Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT
4. Beriman kepada utusan-utusan Allah SWT
5. Beriman kepada hari akhir
6. Beriman kepada qadoq dan qadar.

Penjelasan:
1. Beriman kepada Allah SWT, kita wajib meyakini akan sifat-sifat Allah SWT.
2. Beriman kepada malaikat.
Malaikat adalah: makhluk yang diciptakan dari nur, dan jumlahnya tidak berbatas ( tiada yang tau selain Allah ), dan malaikat bukan laki-laki dan bukan pula perempuan, malaikat dibersihkan oleh Allah SWT dalam 2 hal:
- Tidak akan melakukan dosa.
- Malaikat tidak makan dan minum sehingga tidak ada kotoran pada malaikat.

Catatan kecil: 
Harus kita yakini dalam pembahasan aqidah ada 10 malaikat yang wajib kita ketahui namanya, yaitu:
1. Jibril
2. Mikail
3. Izrail
4. Israfil
5. Mungkar
6. Nakir
7. Raqib
8. Atid
9. Malik zabaniah
10. Malik ridwan

3. Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT
Kitab-kitab Allah SWT ialah: kalam- kalam Allah SWT ( Kalamullah), wahyu dari Allah SWT.

Kalamullah itu: qadim ( terdahulu), azaliyun ( dari dahulu), tidak dengan suara, tidak dengan huruf, tidak ada dahulu, dan tidak ada akhir.

Imam Ghazali mempermudah kita lagi untuk memahami:
Kalamullah itu: dahulu, dahulu, dan dahulu, ditulis di lembaran-lembaran, di hafal di dada para manusia, bisa di ucapkan oleh lidah.

Kitab yang wajib kita ketahui ada 4 
1. Zabur
2. Taurat
3. Injil
4 . Al-Qur'an

Mukjizat  Al-Qur'an :
- Tidak ada yang dapat merubah/ merusak walau satu huruf.
- Mudah bagi siapapun untuk menghafal.
- Dijaga oleh Allah SWT hingga akhir zaman.

4. Beriman kepada utusan-utusan Allah SWT
Utusan-utusan Allah SWT itu tidak bisa di hitung ( amat banyak) , maka yang wajib di ketahui  yang disebut dalam Al-Qur'an itu ada : 25 namanya , yang mengingkari salah satu dari semuanya  maka keluar daripada iman.

Nabi adalah: seorang laki-laki yang diberi wahyu oleh Allah SWT  akan tetapi tidak wajib disiarkan kepada orang lain.

Rasul adalah: seseorang yang mendapat wahyu dari Allah SWT dan diperintahkan untuk menyebarkan kepada orang lain.

Catatan kecil:
Ada juga pendapat lain yang menyatakan  perbedaan nabi dan rasul itu:
Rasul : syariat nya menghapus syariat sebelumnya.
Nabi : syariat nya tidak menghapus syariat sebelumnya.

Nabi dan rasul itu: seorang laki-laki.

Kita wajib mengimani adanya utusan Allah SWT. Akan tetapi, kita tidak boleh berkeyakinan bahwa wajib bagi Allah SWT untuk mengutus utusan.
Keyakinan kita Ahlussunah waljama'ah, tidak ada kewajiban apapun bagi Allah SWT/tidak ada yang mewajibkan kepada Allah SWT.

Allah SWT mengutus utusan murni karena karunia Allah SWT, dan bukan kewajiban bagi Allah SWT, Allah SWT tidak wajib untuk mengirim semuanya

Pemahaman yang mewajibkan kepada Allah SWT untuk mengirim utusan adalah: pemahaman kaum mu'ktazilah.

Diwajibkan atas kita untuk meyakini bahwa para utusan Allah SWT mempunyai sifat-sifat , yaitu:
1. Sifat Siddiq (tidak pernah berdusta)
2. Sifat Amanah (dipercaya)
3. Sifat tabligh (menyampaikan)
4. Sifat fatonah ( cerdas ).

Sebagian ulama menyatakan sifat fatonah bukan menjadi sifat kekhususan, karna fatonah itu tidak pakek usaha melainkan diberi oleh Allah SWT.
Akan tetapi, jumhur ulama menyatakan sifat fatonah ialah: sifat yang wajib diyakini ada pada utusan Allah SWT.

Para utusan Allah SWT, mereka semua menyampaikan, tidak ada yang disembunyikan terhadap apa yang beliau bawa/yang datang kepada beliau dari pada wahyu kemudian disampaikan, mereka wajib menyampaikan itu semua. Akan tetapi yang diterima oleh nabi ada 3:
* Sesuatu yang wajib di sampaikan, maka: menjadikan mereka Rasul utusan Allah SWT.
* Ada yang diterima mereka boleh disampaikan tapi tidak wajib dan tidak harus disampaikan ( ada urusan-urusan pribadi beliau tapi dengan wahyu ), menjadi mereka Nabi Allah SWT.
* Diterima oleh beliau tapi tidak boleh disampaikan ( hal-hal khusus antara nabi dengan Allah SWT ).
Ini adalah hal tentang apa yang datang dari Allah SWT,wajib disampaikan tapi berkenaan dengan sesuatu yang memang wajib untuk disampaikan.
Kalau yang tidak wajib disampaikan bukan pelanggaran Nabi tidak menyampaikan sesuatu, misalnya: yang untuk pribadi beliau atau Nabi tidak menyampaikan yang sesuatu tidak boleh disampaikan.

Sifat yang mustahil pada nabi
Sifat yang mustahil pada nabi ialah: kebalikan dari sifat yang wajib diyakini ada pada utusan Allah SWT, yaitu:
1. Kizzib ( dusta )
2. Khianat (tidak dipercaya )
3. Khitman ( menyembunyikan )
4. Baladah ( bodoh )
  
Jika ada orang yang mengatakan Nabi menyembunyikan hukum , maka : kafir.

Sifat jaiz bagi utusan Allah SWT adalah: semua yang boleh bagi makhluk, segala kehalalan ( seperti: makan, minum, masuk pasar, menggauli istri, dll ), bahkan Nabi boleh sakit, tapi dengan catatan penyakit itu adalah: bukan penyakit yang munafirah ( menjadikan orang itu lari dari Nabi ).
Sifat jaiz nabi 1, yaitu;
1. 'Arazul bacariah

5. Beriman kepada hari akhir.

6. Beriman kepada qado & qadar.
Qado adalah : pengetahuan Allah SWT terhadap sesuatu yang telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi.
Qadar adalah: ketentuan yang Allah SWT berlakukan sesuai dengan pengetahuan Allah SWT ( qadonya).


2. Rukun Islam

Rukun Islam ada 5:
1. Mengucap dua kalimah syahadat.
2. Melaksanakan ibadah sholat.
3. Melaksanakan ibadah puasa.
4. Melaksanakan ibadah zakat.
5. Melaksanakan ibadah haji (bagi yang mampu).

Penjelasan:
1. Mengucap dua kalimah syahadat
Hukum membaca syahadat  selain dalam sholat tidak wajib, kecuali: orang kafir asli yang mau masuk Islam , atau orang murtad mau kembali masuk Islam.

Siapapun yang terlahir dari perut muslimah dan bapaknya muslim / ke dua orang tuanya muslim , maka: secara otomatis anaknya muslim.

Seorang laki-laki muslim menikah dengan ahli kitab, bayinya langsung muslim ketika lahir.

Suami istri kafir, ketika hamil sang istri masuk Islam, maka: bayinya muslim.

Ulama menyatakan bahwa: membaca syahadat / mengucapkan syahadat adalah:
- Syadrul imani: bagian dari iman.
- Syardun lil imani: syarat dari iman.
Adapun syaratnya terbagi 2 :
1. Syarat lil ijrail ahkam fiddun ya: mengucap syahadat sebagai sekedar syarat dunia saja ( syarat untuk dianggap oleh manusia saja ).
2. Syarat lil sihatil imani : syarat sahnya iman , ( maka bagi yang tidak bersyahadat tidak sah iman).

Catatan kecil:
Orang yang dianggap kafir dan akan abadi di neraka adalah: mereka yang pernah mendengar  syariat Islam , pendengaran dan penglihatan nya  berfungsi, dia tidak gila, dan akhir baligh. ( Syarat mukhallaf)

Akan tetapi orang yang hidup di hutan belantara, tidak pernah mendengar syariat Islam , walupun dia menyembah berhala, dia tidak akan masuk neraka.

* Syahadat adalah bersaksi:
- Lailahaillallah: tiada tuhan selain Allah SWT
- Muhammadan Rasulullah: nabi Muhammad Saw utusan Allah

* Bersaksi dengan lidah
* Meyakini dengan hati

Makna syahadat:
- Asyhaduallailahailallah : aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah SWT.
Bahwa: engkau meyakini dan engkau meyakini dan engkau imani, engkau percayai sesungguhnya tidak ada sesembahan di semesta ini kecuali Allah SWT, tidak ada yang pantas disembah kecuali Allah SWT.

- Asyhaduanna muhammadan rasulullah : aku bersaksi bahwa nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah SWT.
Bahwa: engkau meyakini dan engkau meyakini dan engkau meyakini dan engkau mempercayai sesungguhnya yang kita muliakan Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf adalah: hamba Allah SWT dan utusan Allah SWT kepada setiap makhluk, dilahirkan di kota Makkah dan mendapat wahyu,diutus pertama kali di kota Makkah kemudian beliau hijrah ke kota Madinah dan dimakamkan dikota Madinah. Dan kita harus meyakini bahwa Nabi Muhammad Saw adalah: benar (Siddiq)/tidak berbohong, Nabi Muhammad Saw jujur dan benar terhadap apa yang beliau beritakan, diantara berita-berita tersebut adalah: sam'iat(berita-berita tentang hal ghaib).


3. Ikhsan ialah: engkau mengabdi kepada Allah SWT / engkau menyembah Allah SWT seolah-olah engkau melihat Allah SWT, jika engkau tidak melihat Allah SWT sesungguhnya Allah SWT melihat engkau.




Wallahu a'lam bish shawab..

Comments

Popular posts from this blog

Hukum akal dalam keimanan

Kisah penuh hikmah

Mengenal sifat-sifat Allah SWT dalam Aqidah Ahlussunah wal jama'ah