puasa

بسم الله الرحمن الرحيم

Puasa


Puasa ialah: menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Rukun puasa 2:
1. Niat
Niat puasa wajib, waktunya: dimalam hari , mulai dari setelah terbenamnya matahari hingga sampai sebelum terbit fajar.
2. Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Hal-hal yang membatalkan puasa ada 9:
1. Memasukkan sesuatu ke salah satu lobang yang 5.
2. Muntah dengan sengaja.
3. Bersenggama ( walau tidak keluar mani).
4. Keluar mani ( walau tanpa senggama).
5. Haid.
6. Nifas.
7. Melahirkan bayi atau bakal bayi.
8. Hilang akal.
9. Murtad.

Penjelasan:
1. Memasukkan sesuatu ke salah satu lobang yang 5 dengan sengaja.
- Mulut,akan membatalkan puasa jika memasukkan sesuatu ke mulut jika sampai menelan nya.
Menelan ludah tidak membatalkan puasa dengan 3 syarat:
* Nelan ludah sendiri.
* Ludah masih dalam tempat nya ( mulut).
* Ludah masih murni.
- Hidung, batas nya jika memasukkan sampai bagian dalam yang apabila kemasukan air kesegruk.
- Telinga, batas nya jika memasukkan sampai dalam telinga yang tidak sampi dijangkau jemari.
- Lobang buang air kecil.
- Lobang buang air besar.

2. Muntah dengan sengaja
Muntah dengan tidak sengaja tidak membatalkan puasa dengan syarat:
- Tidak boleh nelan ludah sebelum berkumur dengan air suci lagi mensucikan.

3. Bersenggama ( walau tidak keluar mani) dengan sengaja.
Bagi laki-laki disebut batal jika: seorang laki-laki memasukkan kepala kemaluannya dgn sempurna ke wilayah tersebut.
Bagi wanita asalkan sudah kemasukan walau sedikit, maka batal.
4. Keluar mani ( walau tanpa senggama) dengan sengaja.
5. Haid.
6. Nifas.
7. Melahirkan bayi atau bakal bayi.
8. Hilang akal
Hilang akal ada 3:
- Gila.
Orang gila batal puasanya walaupun sebentar.
- Pingsan ( ayan).
Orang pingsan tidak akan batal puasanya, kecuali pingsan nya sehari penuh.
- Tidur.
Tidur walau sehari penuh tidak akan batal.


Orang-orang yang boleh meninggalkan puasa

Orang yang boleh meninggalkan puasa ada 9:
1. Anak kecil.
2. Orang gila.
3. Orang sakit.
Yaitu: sakit yang memberatkan untuk puasa.
Syarat: 
- Jika dikatakan dokter ( syarat dokter: muslim) akan membahayakan untuk puasa.
- Merasakan sendiri ( menurut pengalaman sendiri).
4. Orang tua.
5. Orang haid.
6. Orang nifas.
7. Orang hamil.
8. Orang menyusui.
9. Orang berpergian ( musafir).

Berpergian/ musafir boleh meninggalkan puasa dengan 2 syarat:
- Musafir nya tidak kurang dari 42 km.
- Hari yang ingin kita tidak puasa, sebelum subuh kita sudah musafir ( sudah tidak ada di rumah).

Qaza puasa ialah: pembayaran hutang puasa.
Fidyah puasa ialah: hutang puasa 1 hari diganti dengan beras/makanan pokok sebanyak 1 mod per hari.

Orang yang meninggalkan puasa,  yang wajib qaza ataupun fidyah

1. Anak kecil: tanpa qaza tanpa fidyah.
2. Orang gila: tanpa qaza tanpa fidyah.
3. Orang sakit, ada 2:
- Ada harapan sembuh, setelah sembuh wajib qaza tanpa fidyah.
- Tidak ada harapan sembuh, hanya ada fidyah tidak ada qaza.
4. Orang tua: hanya ada fidyah, tanpa qaza.
5. Orang haid: wajib qaza saja.
6. Orang nifas: wajib qaza saja.
7. Orang hamil, ada 2 ketentuan:
- Jika ia khawatir untuk diri sendiri, maka: cukup qaza saja.
- Jika khawatir untuk bayi, maka: wajib qaza dan fidyah.
8. Orang menyusui, sama dengan orang hamil.
9. Orang musafir: wajib qaza saja.



Wallahu a'lam bish shawab..

Comments

Popular posts from this blog

Hukum akal dalam keimanan

Kisah penuh hikmah

Mengenal sifat-sifat Allah SWT dalam Aqidah Ahlussunah wal jama'ah