Al-KISAH


بسم الله الرحمن الرحيم

🍂 KISAH SEORANG AWAM YANG MEMPERBANYAK SHOLAWAT 🍂
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ada sebuah kisah , bahwasanya dikatakan para habaib/oleh para ulama kita bahwa sholawat nabi itu adalah gurunya orang yang yang tidak punya guru, artinya dalam keadaan kita sibuk sekalipun diisi dengan kerjaan kita , setiap hari tidak mungkin atau susah untuk menghadiri majlis atau sulit untuk selalu menghadiri perkumpulan-perkumpulan bermanfaat, tetapi dia selalu bersholawat, maka sholawat bagi orang tersebut akan menjadi guru baginya.

" Suatu ketika ada satu orang, orang ini hanya tukang jam ( kerjanya hanya kerjakan jam ), cuma dia sholawat terus sholawat yang banyak  ( hari-harinya sholawat, sholawat, sholawat ).
Suatu ketika bermimpi ketemu Baginda Nabi Muhammad Saw dan dalam mimpi itu Nabi berkata : " wahai umatku (disebut fulan), jika engkau bisa hidup dipagi hingga sore ( maksudnya jika engkau bisa menjalani hidup ) tanpa ada kedengkian dan kebencian didalam hatimu kepada umatku, maka lakukanlah ! Itu adalah termasuk sunnahku , dan siapa yang menghidupkan sunnahku akan bersamaku nanti, engkau akan bersamaku disurga ." Lalu terbangunlah ia.
Setelah ia terbangun, terbayang akan Baginda Nabi yang mengatakan seperti itu. Saat itu ia berusaha untuk tidak memiliki kebencian dengan siapapun.

Suatu ketika datang seorang alim membetulkan jam kepadanya. Alim itu adalah seorang muhadisht, lalu bercerita Si tukang jam " ya Sheikh, saya boleh bertanya ?." Lalu dijawab sang alim "Tanya apa ? ".
Berceritalah Si tukang jam " saya bermimpi bertemu Baginda Nabi Muhammad Saw dan beliau berkata kepadaku bahwasanya : " jika engkau wahai umatku bisa hidup ( menjalani hidup ) tanpa ada kedengkian dan kebencian kepada umatku, maka lakukanlah ! Itu termasuk sunnahku, yang menghidupkan sunnahku akan bersamaku nanti disurga"."
Justru sang alim tadi bertanya: " kau punya amalan apa ? Kamu belajar apa ? "
Si tukang jam menjawab: " saya tidak bisa belajar, saya sibuk mencari nafkah, saya tidak bisa belajar, saya tidak bisa datang kesana kemari ." 
Sang alim muhadisht berkata: " ketahuilah yang kau dengar itu adalah: engkau diajarkan langsung oleh Rasulullah Saw, itu adalah hadist Nabi yang berbunyi : " jika engkau wahai umatku bisa hidup (menjalani hidup) tanpa ada kedengkian dan kebencian kepada umatku, maka lakukanlah ! Itu termasuk sunnahku, yang menghidupkan sunnahku akan bersamaku nanti disurga ".
Dengan keterkejutan si tukang jam lalu berkata : " itu hadist Nabi ?" Sang alim pun menjawab : " iya itu hadist."

Ini adalah salah satu hikmah sholawat , dikatakan bahwa orang yang berbanyak sholawat  kepada Rasulullah Saw dan diupayakan dengan sholawat yang khusyuk ( hadirkan Nabi dihatinya) , maka ia akan mendapatkan guru, Nabi akan menjadi gurunya, Allah SWT akan menurunkan langsung karna sambung hatinya dengan Rasulullah Saw.

Ya begitulah kisah orang yang memperbanyak sholawat.

Semoga kita termasuk kedalam golongan umat yang selalu sambung hatinya dengan Baginda Nabi Muhammad Saw dengan selalu memperbanyak sholawat dalam kehidupan sehari-hari. Dan semoga kita termasuk dalam golongan umat yang mendapat syafaat Nabi Muhammad Saw kelak di akhirat.
Amin🤲

ما شاءالله
اللهم صل على سيد نا محمد

#hikmah_kisah_islami

Comments

Popular posts from this blog

Hukum akal dalam keimanan

Kisah penuh hikmah

Mengenal sifat-sifat Allah SWT dalam Aqidah Ahlussunah wal jama'ah