Kisah Putri RASULULLAH SAW
بسم الله الرحمن الرحيم
🍂🍁 Kisah cinta SAYYIDAH ZAINAB Putri RASULULLAH SAW🍁🍂
×××××××××××××××××××××××××××××××××××
Sayyidah Zainab adalah putri Rasulullah Saw. Menikahnya Sayyidah Zainab adalah sebelum Nabi mendapatkan wahyu. Dan nikahnya Sayyidah Zainab adalah dengan sepupunya, Sayyidah Zainab menikah dengan Abul'Azs bin Rabi'. Abul'Azs bin Rabi' itu anaknya saudarinya Sayyidah Khadijah Al-qubro yaitu Halah bin Khuwailid , antara Sayyidah Zainab dengan Abul'Azs adalah sepupu. Orang-orang mulia dan nasab mulia semuanya ini menikah. Dan pernikahan ini betul-betul menggembirakan Sayyidah Khadijah dan bangga Sayyidah Khadijah Al-qubro karna Abul'Azs orang yang baik, lembut hatinya, penyayang. Dimeriahkan betul pernikahan itu, sampai Sayyidah Khadijah memberikan hadiah kalung kecintaannya kepada Sayyidah Zainab, diacara pernikahan tersebut dikenakan kalung istimewa. Pernikahan itu sebelum Nabi menjadi Nabi(mendapatkan Wahyu).
Dan betul kedua mempelai ini saling mencintai dan luar biasa kisah cinta itu. Hingga sampai pada akhirnya Nabi mendapatkan wahyu, setelah Nabi mendapatkan wahyu Sayyidah Zainab masuk Islam mengikuti ayahanda beliau. Ada perbedaan dalam rumah tangga , kemudian kata Abul'Azs kepada Sayyidah Zainab, " Zainab, aku tetap dalam agamaku dan engkau mengikuti agamamu, bagiku cinta lebih agung dari itu semuanya, biarlah aku dengan agamaku dan engkau dengan agamamu , tapi kita tetap bersatu dalam cinta."
Dan Zainab juga sadar bahwa beliau juga punya cinta,kata Sayyidah Zainab, " sebentar wahai Abul'Azs, selagi engkau dengan agamamu maka aku tidak halal untuk mu, tolong kembalikan aku kepada ayahku atau suruh orang untuk mengantar aku kepada ayahku, dan setelah itu Zainab tidak akan halal lagi untuk mu sebelum engkau masuk Islam ".
Ada cinta diantara keduanya saling menghargai keyakinan, akhirnya Abul'Azs mengikuti, " baiklah ".
Berpisahlah keduanya, berpisah tempat tapi tatap sama-sama di Makkah.
Setelah Nabi hijrah ke Madinah, Sayyidah Zainab belum hijrah. Hari demi hari berganti, setelah Nabi hijrah ke Madinah terjadilah perang Badar. Dan ternyata Abul'Azs bin Rabi' termasuk salah satu pasukan didalam perang Badar. Jadi, Abul'Azs itu datang kepada Nabi bukan karna mau masuk Islam tidak, rupanya ia pergi untuk perang melawan kaum muslimin. Dan ternyata kemenangan ada pada kaum muslimin, kalahla kaum kafir Quraisy, berantakan, porak poranda, banyak yang mati, termasuk Abu Jahal mati disitu, Utsbah Utaibah semuanya. Kemudian si Abul'Azs bin Rabi' ini tidak mati tapi tertangkap jadi tawanan perang, dibawalah tawanan perang itu ke Madinah, sampai di Madinah sisa-sisa pasukan yang ada di perang Badar orang-orang kafir sisa-sisa nya kembali. Berita kekalahan sampai ke Makkah, termasuk Sayyidah Zainab ikut mendengar berita kekalahan kafir Quraisy, termasuk berita-berita orang yang ditawan pun terdengar dikota Makkah, termasuk Zainab mendengar bahwasanya Abul'Azs bin Rabi' jadi tawanan.
Akhirnya orang-orang yang mampu itu mengumpulkan uang untuk menebus, tawanan perang itu ditebus untuk dikembalikan.
Diam-diam Sayyidah Zainab menyimpan cinta tapi tidak mau melanggar syari'at, ini hanya pengabdian cinta saja bertemu tidak. Tiba-tiba Sayyidah Zainab melepaskan kalungnya kemudian dikirim bersama orang-orang yang akan menebus, dikirim bersama harta-harta untuk menebus tawanan-tawanan yang ada di Madinah. Kemudian berangkat lah orang yang akan menebus ini.
Tiba-tiba waktu barang-barang tebusan itu sampai pada Baginda Nabi Saw, dilihat, Nabi terkaget ada kalung, karna Nabi sangat kenal ini kalung kecintaan istri beliau tercinta Sayyidah Khadijah Al-qubro yang diberikan kepada Sayyidah Zainab, berlinang Nabi, memahami makna cinta, itu cinta nya Zainab kepada Abul'Azs Nabi langsung paham, berkata Nabi " Hai kaum muslimin, ini ada salah satu penebus ini adalah Zainab putriku, lepaskan Abul'Azs, engkau bisa memilih diantara mempertahankan semuanya disini atau engkau lepas dengan bebas atau kau bayar tebusan ini, tapi aku berharap bahwasanya spesial orang ini kau lepas demi putriku, kau lepas Abul'Azs bin Rabi' dan kembalikan kalungnya kepada yang punya."
Akhirnya sahabat Nabi berkata, " iya ya Rasulullah , akan kami lepas Abul'Azs dan akan kami kembalikan kalung dan harta yang dititipkan oleh Zainab."
Lalu Nabi mendekati kapada Abul'Azs, mendengar kisah cinta ini Nabi berharap semoga Abul'Azs dapat hidayah. Akhirnya Nabi berkata kepada Abul'Azs, " wahai Abul'Azs, apapun bentuknya engkau tetap tidak halal dengan putriku, tolong kau penuhi janji, berjanjilah setelah sampai ke Makkah, tolong kembalikan putriku kepadaku." Lalu Abul'Azs berkata," baik wahai Muhammad, saya akan kembalikan."
Pulang lah Abul'Azs, sampai disana Abul'Azs mencari Zainab bukan untuk mengucapkan terima kasih atas tebusannya tidak, akan tetapi Abul'Azs menemui Zainab hanya berkata, " kembalilah engkau kepada ayahmu."
Kemudian Abul'Azs pergi menemui saudaranya yang bernama Kinanah bin Rabi' dengan berlinang air mata lalu berkata, " Kinanah, kau tau begitu dalam cintaku kepada Zainab dan aku akan mengirim Zainab untuk kembali ke Madinah kepada ayahnya, tapi aku tidak mampu melepas nya biarpun hanya sampai ke tapal batas aku takkan mampu mengantarkan nya. Tolong Kinanah, kau siapkan kendaraan untuk Zainab, antarkan ia ketapal batas kota Makkah, disana ada yang menunggu utusan Muhammad dan tolong muliakan wanita ini, jaga jangan ada yang berani sampai berantakan anak panahmu ( maksudnya sampai tetesan darah terakhir)." Masih sangat menghormati.
Akhirnya betul Sayyidah Zainab mempersiapkan semuanya, setelah selesai datanglah Kinanah bin Rabi' iparnya, Sayyidah Zainab naik ke kendaraan yang sudah disiapkan. Berangkat disiang hari, polos-polos aja berangkat di siang hari.
Orang kafir Quraisy melihat ini, mereka berkata, " kok ada wanita yang mau dikeluarkan, siapa dia ?, Wanita akan dikeluarkan dari kota Makkah dalam keadaan kalah perang, ini siapa ?. Berkata yang lainnya, " Zainab". " Zainab ? Kejar dia ! Perintah orang kafir Quraisy tadi.
Akhirnya para pasukan mengejar termasuk ada Mahabbar bin Muthalib ikut mengejar, melempar dengan anak panah, menyerang kendaraan Sayyidah Zainab. Kinanah merasa punya tanggung jawab, " berhenti kalian semuanya ! kalau kalian tidak berhenti dan kalau kalian mendekat pada onta ini, maka niscaya semua dari kalian akan merasakan anak panahku."
Akhirnya Abu Sufyan berkata, " hentikan ! jangan serbu kita akan bicara baik-baik."
Karna Kinanah orang terhormat, Kinanah bin Rabi' termasuk orang terhormat juga disitu, akhirnya ngobrol Abu Sufyan, " aku tidak mempermasalahkan engkau membawa Zainab dan aku tidak ingin juga menyekap Zainab disini, cuma dalam keadaan kita baru kalah, kenapa kau tampakkan dirimu akan menyerahkan seorang perempuan kepada musuh disiang hari " ( maksudnya, jangan terang2 bangetlah, kita baru kalah perang ini).
"Baiklah " kata Kinanah, akhirnya kembalilah Kinanah.
Malam harinya barulah Kinanah mengembalikan Zainab kepada Zaid bin Haritsah yang sudah ada ditapal batas kota Makkah. Pergilah Sayyidah Zainab kepada ayahandanya sayyidina Muhammad Saw.
Hari berganti hari bulan berganti bulan dan Abul'Azs dengan aktivitasnya.
Ia pembesar Quraisy orang yang punya usaha bisnis. Akhirnya seperti biasa, pergi dari Makkah ke Syam melanjutkan perdagangan. Termasuk Abul'Azs ini dan rombongan pergi ke Syam setelah pulang membawa barang dagangan banyak, mikir tanggung jawab banyak, saya membawa harta orang Quraisy kaumku, dihabiskan oleh orang Islam dimana cara mengembalikan nya, berfikir Abul'Azs. Setelah berfikir ingat Zainab, diam-diam Abul'Azs pergi ke Madinah dimalam hari, sampai di Madinah mencari tempat nya Zainab, datang kepada Sayyidah Zainab dan berkata, " Zainab, lindungi aku ". Jadi ada namanya minta jaminan perlindungan keamanan, Zainab mendengar bahwasanya itu adalah Abul'Azs, ada cinta, lalu Sayyidah Zainab pagi-pagi langsung datang, pada saat Nabi Muhammad Saw melakukan sholat, Sayyidah Zainab datang dan berkata, " ada satu orang dari kota Makkah datang kesini namanya Abul'Azs, dia akan menjadi jaminan, aku akan menjadi jaminan keamanan untuknya ".
Setelah selesai sholat, Nabi mendengar tadi, Nabi berkata kepada sahabat lainnya, " Kamu dengar apa yang aku dengar kira-kira ? ".
Suara Zainab yang melindungi Abul'Azs bin Rabi', " mohon atas harta-harta yang di rampas untuk dikembalikan."
Lalu Nabi berkata, " untuk yang kedua ini aku serahkan kepadamu wahai kaum muslimin, karna itu adalah hakmu kau ambil, akan tetapi jika engkau kembalikan aku lebih senang itu semua."
Akhirnya para sahabat Nabi mengatakan, " baiklah ya Rasulullah, akan kami kembalikan saja ."
Cuman ada sekelompok orang yang berkata, " ya Abul'Azs, masuk Islam saja, harta ini akan kau ambil sebagai harta rampasan, masuk Islam saja "
Abul'Azs dengan wibawanya, " tidak, alangkah rendahnya jika aku masuk Islam lalu aku berkhianat dengan kaumku, permulaan Islam jelek untuk ku, tidak aku tidak akan masuk Islam lalu aku berkhianat dengan saudara-saudara ku yang lainnya."
Akhirnya, " baiklah". Diserahkan kepada Abul'Azs, setelah di serahkan kepada Abul'Azs, pulang lah Abul'Azs dengan harta-harta selama ini yang hilang. Setelah sampai dikota Makkah, di bagi-bagi, dipanggil yang punya harta ini.
" Masih ada yang tersisa ?" Tanya Abul'Azs. " Tidak ada yang tersisa" jawab yg punya harta. " Masih ada yang tersisa yang belum dapat ?" Tanya Abul'Azs lagi. " Tidak ada " jawab mereka.
Lalu dengan lantang Abul'Azs berkata, " dengar semuanya : Asyhaduallailahailallah waasyhaduanna muhammadarrasulullah, aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah SWT dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT, sungguh aku tidak mau masuk Islam di Madinah bukan karna apa, tapi karena aku takut dibilang penghianat, setelah urusan ku beres aku akan masuk Islam, dan aku akan ke Madinah setelah ini ."
Pergilah Abul'Azs ke Madinah, gembira Nabi Muhammad Saw, cinta yang terpisahkan akan bertemu kembali, hidup dalam suasana yang sangat indah, akan tetapi Allah SWT yang sangat kasih dengan Sayyidah Zainab, tidak lama pertemuan keindahan itu , Sayyidah Zainab menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Inilah kisah cinta Sayyidah Zainab dengan
Abul'Azs.
ماشاءالله
Comments
Post a Comment