Kisah sahabat Nabi Muhammad Saw

بسم الله الرحمن الرحيم

🍁Kisah sahabat Abdurrahman bin Auf 🍁
-------------------------------------------------------------------

Sebelumnya kita harus tau siapa Abdurrahman bin Auf. Ia orang yang dipilih oleh Allah diberi kemudahan dalam urusan bisnis. Dia datang ke Madinah, beliau adalah seorang Muhajirin, datang ke Madinah bersahabat dengan salah satu orang ahli Madinah, dan disaat seperti itu ia mau dikasih uang oleh orang ahli Madinah itu, ternyata ia tidak mau, " Saya tidak memilih uang ( maksudnya tidak mau menerima uang percuma ), pinjemi saya uang tunjukkan saya pasar dimana, saya akan berdagang disana ". Akhirnya dipinjami dan berdagang dipasar, dan ternyata menjadi orang yang sangat kaya. Jadi tangannya itu adalah tangan yang berkah. Abdurrahman bin Auf sampai beliau berkata, " kalau sampai aku balikkan bongkahan batu pasti akan ku temukan dibawahnya emas " maksudnya apa, begitu mudahnya ia cari uang. Kalau ada barang dagangan datang miliknya Abdurrahman bin Auf itu 700 onta, 1500 onta, jadi ia itu orang kaya.

Suatu ketika, Nabi berkata kepada Abdurrahman, " ya Abdurrahman bin Auf, nanti kau akan masuk surga itu dengan keadaan tertatih-tatih, yang lain lari kencang kamu tertatih-tatih ", terkejut Abdurrahman bin Auf, " kenapa ya Rasulullah ? ", " Duniamu kebanyakan " jawab Rasulullah Saw.
Setelah itu Abdurrahman berkata, " tapi aku ingin cepat ya Rasulullah ", Rasulullah menjawab, " lepaskan hartamu ".
Setelah itu beliau jadi orang ahli sedekah, sedekah yang banyak tapi tak melarat-melarat. Setelah itu apa,  berkata Rasulullah, " engkau adalah paling cepatnya menuju Syurga dengan hartamu ".
Walau selalu bersedekah akan tetapi tetap tidak melarat, karna apa ? Memang sudah jatah. Padahal sumbangannya tetap banyak, disumbangi tetap saja kaya, dibantu untuk dakwah, kalau jihat berapa ratus dinar berapa ribu dinar itu terus wasiat-wasiat untuk perjuangan, tetapi tetap saja perdagangan nya lancar, karna kekayaan itu sudah jatah.

Gak ada orang melarat gara-gara sedekah. Kalau orang itu tiba-tiba melarat setelah sedekah, memang jatahnya ia melarat hari itu biarpun ia tidak sedekah. Banyak orang pelit melarat.

Ternyata Abdurrahman bin Auf tetap saja kaya. Sehingga ia termasuk juga golongan  sahabat Nabi yang kaya. Beliau di uji oleh Allah SWT dengan penyakit. Beliaun ada gatal, sehingga termasuk orang yang boleh memakai sutra ya beliau ini, karna ada gatal iya.
Dalam perang  beliau sering berperang, sampai dalam satu peperangan di perang Uhud itu  kakinya kena lawan pincang sampai masa tuanya. Kemudian gerahamnya juga jatuh kena pukul lawan sampai tutur katanya itu berubah, huruf-huruf nya itu tidak sempurna demi membela Nabi Muhammad Saw.
Beliau kaya raya, sampai meninggal beliau kaya raya. Tidak pernah kekurangan, tapi paling cepatnya orang masuk Surga dengan kekayaannya. Setelah dibilang paling lambat takut ia, hingga jadi dermawan luar biasa.

Nah, ini kisahnya Abdurrahman bin Auf.
Wahai Abdurrahman-Abdurrahman bin Auf hari ini, ayo kenceng masuk surga.
 Kalau orang fakir cukup dengan sabar masuk surga.
Tapi jika sudah fakir tidak sabar, sengsara tu nasib.
Semuanya sudah jatahnya sudah.
Ada yang diberi Allah SWT di kesabaran,  akan meluncurkan masuk surga  dengan cepat dengan kefakirannya.
Akan tetapi orang kaya pun demikian.

Para sahabat Nabi pada ngadu ke Rasulullah, " orang-orang kaya enak ya, masuk surga dengan kekayaannya ".
Memang betul, orang kaya dengan kekayaannya, dengan sedekah, membantu fakir miskin,pondok, dakwah, itu orang kaya.
Ternyata orang fakirpun bisa, dengan berzikir, istiqamah, menjaga dari yang haram, sudah fakir menjaga dari yang haram sama nantinya, meluncur menuju Syurga. Karna Allah SWT maha kasih.

Sayyidina Abdurrahman bin Auf, lihat ini. Saat yang namanya Mus'ab bin Umair ini orang fakir, fakir, fakir. Dan ini tentang tawadu'nya Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman bin Auf  ini termasuk dalam "  10 orang yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah kalau mereka itu ahli Syurga ", diantaranya yang lain Sayyidina Abu bakar Ash-Shiddiq, Sayyidina Umar bin Khattab, Sayyidina Utsman bin Affan, Sayyidina Ali bin Abi Tholib, termasuklah  Sayyidina Abdurrahman bin Auf ini.
Sayyidina Abdurrahman bin Auf adalah ahli surga, akan tetapi tawadu'nya mengatakan,  " Mus'ab bin Umair lebih bagus dariku " padahal tidak, daripada pandangan orang lain Abdurrahman bin Auf lebih bagus dari pada Mus'ab bin Umair. Tapi beliau tawadu' , katanya kepada anaknya, " Mus'ab lebih bagus dari ku nak, tapi ingat waktu dia mati dia tidak punya kain untuk menutupi /tidak punya kain untuk mengkafaninya, kain kafannya adalah tidak cukup. Sehingga kalau digunakan untuk menutupi kepala kakinya kelihatan, kalau ditarik kebawah menutupi kakinya kepalanya kelihatan. Kemudian kau lihat nak, Allah SWT menghamparkan untuk kita dunia kalau kita punya kain lembaran, puluhan ribu lembar untuk membungkus ribuan orang pun bisa,  tapi Mus'ab orang yang lebih bagus dariku ternyata untuk menutupi jasadnya saja tidak punya. Tapi kita nak diberi oleh Allah SWT kekayaan, seperti Allah berikan kita ini kau lihat nak, kekayaan Allah berikan kepada kita."
Kemudian apa kata beliau lagi kepada anaknya, " Tapi aku takut nak, jika ternyata kebaikan yang Allah SWT berikan kepadaku sudah didahulukan di dunia kemudian diakhirat sudah tidak mendapatkan kebaikan ".
Takut, kemudian beliau menangis tidak jadi makan, meninggalkan makannya karena ingat takut bahwasanya kenikmatan yang Allah berikan di dunia ini adalah kenikmatan yang didahulukan, sehingga kelak di akhirat tidak mendapatkan lagi kenikmatan tersebut.

ماشاءلله


Comments

Popular posts from this blog

Hukum akal dalam keimanan

Kisah penuh hikmah

Mengenal sifat-sifat Allah SWT dalam Aqidah Ahlussunah wal jama'ah