Kisah Waliyullah
بسم الله الرحمن الرحيم
🍁 KISAH UWAYS AL-QARANI🍁=========================
Uways Al-qarani yang disanjung oleh ahli langit.
Uways Al-qarani wali besar, hidup pada zaman nabi akan tetapi tidak pernah bertemu Nabi, tapi disalamin oleh Nabi , disalamin oleh Rasulullah Saw.
Rasulullah Saw berpesan kepada Sayidina Umar dan Sayidina Ali " suatu ketika ada orang dari Yaman yang bernama Uways Al-qarani, sampaikan salam ku kepadanya dan jangan lupa kamu minta doa kepadanya."
Apa yang ada di kepala dan hati Sayidina Umar dan Sayidina Ali, " orang besar ini , ulama, sampai Nabi titip salam."
Ditunggu-tunggu betul oleh Sayidina Umar bin Khattab.
Nabi berpesan pasti orang istimewa ini. Ditunggu pada zaman Khalifah Abu bakar tidak datang, pada zaman Khalifah Umar itu pun setelah beberapa waktu, baru ada rombongan dari Yaman. Bertanya Sayidina Umar kepada rombongan, " adakah diantara kalian orang yang namanya Uways ? ", Dijawab oleh rombongan, " Uways ? Uways ditanya oleh Khalifah ?" , sampai orang-orang pun menjawab ragu-ragu, " masak Uways yang kita sewa itu ?" Akhirnya dari rombongan Yaman mengatakan , " oh iya, ada orang yang namanya Uways, saya kasih 300 dirham untuk menjaga kambing kita sepanjang perjalanan Yaman kesini , seorang anak muda fakir ia, saya kasih 300 dirham kemudian untuk menjaga kambing disepanjang perjalanan ke Makkah."
Sayidina Umar ragu-ragu, masak Nabi Muhammad Saw titip salam pada dia. Lalu bertanya, " tidak ada yang lainnya ? ", dijawab rombongan, " tidak ada cuma itu ."
Sayidina Umar dan Sayidina Ali semakin yakin, mungkin itu orang nya.
Bertanya kembali, " dimana dia ? ", Dijawab rombongan, " disana, ditempat pengembalaan kambing sana, karna dia mengembala kambing."
Datanglah Sayidina Umar dengan Sayidina Ali. Disana ada seorang anak muda dengan baju compang camping. Bingung Sayidina Umar dan Sayidina Ali, bukan tampak ulama, bukan tampak orang besar.
Didatengin, " assalamualaikum ! ". , Uways," waalaikumsalam ! ", Bertanya Sayidina Umar, " adakah engkau Uways ?". " Iya ."jawab Uways.
Berkata Sayidina Umar, " aku adalah Umar.", Uways " Ya Khalifah Rasulullah , ada apa ?", Sayidina Umar pun melanjutkan, " aku datang kesini karna disuruh Rasulullah Saw."
Uways, " kau disuruh Rasulullah Saw ?, Sayidina Umar, " iya, Rasulullah Saw titip salam kepadamu.". Seketika menangis lah Uways, "Alaikuma waalaihis salam , kepadamu wahai Sayidina Umar dan Sayidina Ali dan juga kepada Rasulullah assalam ."
Uways, " benarkah Rasulullah Saw titip salam kepadaku ?", Sayidina Umar, " tidak hanya titip salam, dan dia juga menyuruhku meminta doa kepadamu, doakan aku."
Uways setelah selesai berdoa, Sayidina Umar bertanya kepada Uways, " Uways, kamu belum pernah bertemu Rasulullah Saw ? ". Menangislah Uways.
" Apakah engkau tidak rindu bertemu Rasulullah padahal kau hidup pada masa Rasulullah Saw ? " Tanya Sayidina Umar.
" Kalau bertanya kerinduan, sungguh kerinduanku adalah kerinduan yang tidak bisa terbendung ", jawab Uways.
Sayidina Umar tampak ragu, lalu bertanya, " lalu mengapa engkau tidak segera datang ke Makkah, kemudian bertemu Rasulullah Saw di Madinah, sampai tidak bertemu Rasulullah ? "
Menangislah Uways, " ya Khalifah Rasulullah, setiap kali ada kafilah pergi berangkat haji, yang ada padaku hanyalah derai air mata dan tangis dengan hatiku karna tidak bisa pergi ke Makkah."
Sayidina Umar, " kenapa kau tidak ikut rombongan lalu ikut pergi ke Makkah ? ", Tambah menangis Uways, " oh Khalifah, bagaimana saya bisa pergi ke Makkah atau ke Madinah untuk bertemu Rasulullah Saw, karna dirumahku masih ada ibuku yang harus ku tunggu dan harus aku rawat.".
Terkaget Sayidina Umar dan Sayidina Ali.
" Uways, inilah rahasiamu , terus kenapa sekarang kamu sudah bisa pergi ke sini? "
Uways, " ibuku baru meninggal beberapa bulan yang lalu, sehingga ada kafilah untuk berangkat haji aku menawarkan diri untuk menjaga kambingnya agar aku bisa sampai ke Makkah, akan tetapi Rasulullah Saw sudah tidak ada.".
Berkata Sayidina Umar, " ya Uways, biarpun engkau tidak bertemu Rasulullah, tapi Rasulullah Saw sudah lebih dulu titip salam kepadamu ".
Inilah kisah Uways Al-qarani.
Jika kita fikir, mana lebih utama Rasulullah Saw atau ibunya?, Ya tentu Rasulullah.
Akan tetapi, ternyata gara-gara mengabdi kepada ibundanya, maka dititip salam oleh Rasulullah Saw.
Jangan meremehkan ibu yang ada dirumah kita, itu surga yang Allah SWT titip kan dirumah. Jangan sia-siakan ayahanda kita dirumah karena itu surga yang dititipkan.
Maka, Uways mau pergi, padahal ibunya pasti mengizinkannya, lihat hati nuraninya yang mengatakan ibunya belum mengizinkan.
Ibunya pasti mengizinkan, bila ia minta izin " umi, aku mau bertemu Rasulullah Saw " , pasti kata ibunya, " pergilah nak ".
Akan tetapi batin yang cerdas dari Uways mengatakan tidak mengizinkan. Apa tanda ibu tidak mengizinkan, bahwa ibu lemah, ke kamar mandi saja sigendong, kalau ia pergi siapa yang gendong ? .
Ia tidak dengan hawa nafsu harus ketemu Rasulullah, lalu ibu ditinggalkan, tidak. Menjaga ibunya prioritas utama nya, akan tetapi ternyata justru disalamin oleh Rasulullah Saw.
Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua kita, dan semoga anak-anak kita dijadikan oleh Allah SWT anak-anak ahli surga kelak bisa berbakti kepada kita. Dan semoga kita dan orang tua kita dan anak-anak kita semua dijadikan ahli surga oleh Allah SWT.
Dan siapa pun dari kita yang belum bisa lembut dengan orang tua, hatinya belum nyambung betul dengan orang tua, semoga detik ini juga Allah lembutkan hati kita, sehingga semakin hari hati kita semakin cinta, mengabdi, berbakti,berbuat baik, menolong dan berkorban untuk kedua orang tua kita. Dan semoga Allah SWT mengampuni kita semua, dan mengampuni kedua orang tua dan guru-guru kita semua. Allah berikan kasih sayang kepada mereka semua yang masih hidup, yg sudah wafat. Diangkat derajat mereka serta dipanjangkan umur mereka dalam ketaatan serta sehat wal afyat, serta Allah panjang kan umur kita dalam ketaatan serta sehat wal afyat dan Allah berikan kepada kita semoga Husnul khatimah, mati dalam keadaan beriman. Allah jadikan ucapan di akhir hayat kita, disaat dicabut nyawa kita dimudahkan lidah kita mengucapkan kalimat agung dan mulia " Lailahailallah Muhammadar Rasulullah ".
Amin🤲
اللهم صل على محمد
#hikmah_kisah_islami

Comments
Post a Comment