Kisah sahabat Rasulullah Saw

بسم الله الرحمن الرحيم
🍂Kisah perjodohan Julaibib sahabat Rasulullah Saw yang istimewa 🍂
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ada sebuah kisah, kisah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw namanya Julaibib.
Julaibib itu orangnya melarat, bantalnya adalah tangannya, kasurnya adalah lantai bumi, minumannya adalah dimana saja dia minum, tidak punya kekayaan, melarat paling melaratnya orang di Madinah, sudah itu wajahnya maaf dikata jelek sudah. Akan tetapi dia adalah sangat mencintai Rasulullah Saw, sangat dekat dengan Baginda Nabi Muhammad Saw.

Suatu ketika dikagetkan oleh pertanyaan Rasulullah Saw, " ya Julaibib ! ", jawab Julaibib, " ya, ya Rasulullah ". Nabi bertanya, " kamu tidak kepingin nikah ? ". Lalu Julaibib menjawab, " siapa yang mau menikahkan aku ya Rasulullah ? " Dijawab oleh Rasulullah, " aku yang akan menikahkan kamu nanti ". Berkata Julaibib, " ya Rasulullah, siapa yang mau dengan aku ? Kalau diibaratkan dagangan, saya itu dagangan yang tidak laku ." Dijawab oleh Rasulullah, " menurut Allah dihadapan Allah engkau adalah dagangan yang paling laku ".
Mikir Julaibib, " jelek, fakir, gak punya apa-apa " jelek banget sampaikan dikatakan wajahnya damim/jelek akan tetapi dekat dengan Baginda Nabi Muhammad Saw.
Tiba-tiba Nabi ngomong begitu, padahal kalau akan ngomong tidak berani ia, eh malah ditanya oleh Nabi.

Suatu ketika, setelah usai peperangan ada wanita dari angsor suaminya meninggal dalam peperangan beberapa waktu yang lalu, kemudian Rasulullah pas ditempatnya orang itu, Rasulullah bertanya pada ibu bapaknya, terjadi perbincangan begitu, tiba-tiba dua orang tua wanita yang janda tadi yang suaminya mati dimedan laga, tiba-tiba bapak ibunya berkata, " ya Rasulullah, saya punya anak perempuan suaminya meninggal beberapa waktu yang lalu dan sudah selesai masa 'iddahnya , Rasulullah mau menikahi ?. " Ya " dijawab Rasulullah, " nanti saya nikahkan".
Lalu berbisik bapak tadi kepada si ibu wanita, " anak kita mau dinikahkan Rasulullah ".
Rasulullah mendengar bisikan bapak ibu tadi lalu berkata, " aku nikahkan bukan aku nikahi ".
Lalu  sang bapak wanita bertanya, " dengan siapa ya Rasulullah ?. " Dengan Julaibib " jawab Rasulullah.
Lemes bapaknya tadi, berfikir" Julaibib ? fakir, ngak punya duit " cuma laki-laki itu gak berani nolak depan Rasulullah. " Saya musyawarah dulu dengan istri saya ".
Setelah itu izin ia menemui istrinya, ngomo dengan istrinya, " ma, anak kita dipinang oleh Rasulullah " sang ibu, " dipinang Rasulullah ? " Sang bapak, " bukan untuk Rasulullah " ibu, " terus ? " Bapak, " untuk Julaibib". Lemes juga sang ibu, " Julaibib ? ".
Akhirnya apa, " demi Allah, tidak akan aku nikahkan anakku dengan Julaibib " mengeluarkan suara begitu sang ibu.
Dari dalam kedengaran dari kamar sang putri.
" Mari kita temuin Rasulullah dan kita jelaskan bahwasanya kita tidak akan menikahkan anak kita dengan Julaibib ".

Kemudian kedua orang ini mau menghadap Rasulullah, tiba-tiba dari dalam sang anak berkata, " ibu bapak !" Terhenti kadua orang tuanya, " ada apa nak ?", Sang anak, " tunggu " dihampiri sang anak " ada apa nak ? ". Lalu sang anak berkata, " bapak dan ibu akan menolak permintaan Rasulullah ?". " Kau dengar nak ? " Tanya kedua orang tua itu. Sang anak menjawab, " iya, Rasulullah memintaku untuk Julaibib, dan ayah & ibu berani menolak ? " Anak@ pun melanjutkan, " ibu bapak, kalau sudah diminta oleh Rasulullah ibu bapak jangan pikir panjang " jawaban cerdas sang anak.
Akhirnya ibu bapaknya bingung, " kau mau nak ? ". " Iya " jawab sang anak. Karna yang meminta adalah Rasulullah.
Akhirnya kedua orang tua itu menemui Rasulullah, yang mulanya ingin menolak akhirnya berkata, " iya ya Rasulullah, kami terima". " Baik " kata Rasulullah.

Julaibib akhirnya dinikahkan oleh Rasulullah Saw. Senang Julaibib, rezeki. Setelah dinikahkan Rasulullah selesai beberapa hari, beberapa waktu. Kemudian ada seruan untuk perang, termasuk Julaibib harus berperang. Setelah usai peperangan,kaum muslimin termasuk Baginda Nabi Saw mencari-cari pasukan-pasukan berperan, siapa yang selamat, siapa yang meninggalkan, dan seterusnya.
" Masih ada yang tertinggal ?" Tanya Nabi.
" Sudah aman ya Rasulullah " jawab kaum muslimin.
" Yang sudah meninggal sudah jelas ? " Tanya Nabi lagi.
"  Sudah ya Rasulullah, fulan, fulan, fulan " jawab kaum muslimin.
Lalu Nabi berkata, " ada satu orang yang kalian lupa " "siapa ya Rasulullah ? " Tanya kaum muslimin. " Julaibib dimana ? " Tanya Rasulullah. Julaibib maaf kata sangking jeleknya gak ada yang banyak kenal dia, gak ada yang perhatian.
Kata kaum muslimin, " oh iya, Julaibib dimana ? ". Dicari-cari Julaibib, akhirnya menemukan meninggal di medan laga. Didatengi oleh Rasulullah, setelah itu digendong oleh Rasulullah Saw.

Kata Sayyidina Anas, " demi Allah, mulai dari saat itu hingga dikubur, aku tidak melihat tempat tidurnya Julaibib kecuali tangan dan pangkuannya Baginda Rasulullah Saw ". Di pegang dan digendong oleh Rasulullah sampi dikubur diliang lahat oleh tangannya Rasulullah Saw.

Karna cinta kepada Nabi, menikah itu gampang.

Setelah itu menjanda lah istrinya Julaibib, setelah menjanda selesai masa'iddahnya, pembesar-pembesar sahabat Nabi berebut untuk mendapatkan wanita sholehah ini. Kuncinya satu yaitu sambung hati dengan Rasulullah Saw.

Marilah kita banyak sholawat, rindu kepada Rasulullah, cinta Nabi. Jaga, untuk menjaga agar kita dekat dengan Rasulullah maka jaga perilaku kita, jangan sampai kita melakukan sesuatu yang dimurkai oleh Rasulullah Saw.
Mana Julaibib yang merasa dirinya paling jelek. Lihat, Islam tidak memandang urusan bentuk Zahir, akan tetapi ikatan dengan Nabi menjadikan seseorang diangkat.
Julaibib fakir, ternyata menikahnya dimudahkan. Julaibib adalah jelek secara fisik, akan tetapi dimudahkan mendapatkan wanita sholehah.

Marilah kita jangan mengandalkan kecantikan dan kekayaan, andalkan Rasulullah Saw. Kalau kita mengandalkan Nabi semuanya akan beres, karna pintu kebahagiaan adalah hanya melalui pintu yang namanya Rasulullah Saw, kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Maka orang yang tidak menjalani hidupnya, tidak sambung hatinya dengan Rasulullah tidak akan menemukan kebahagiaan yang hakiki, memang ia bisa senang, bisa tertawa, canda ria, akan tetapi sesaat.
Akan tetapi kalau sudah kita dengan Baginda Nabi Muhammad Saw kita akan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Itu harus kita yakini.

اللهم صل على سيدنا محمد


Comments

Popular posts from this blog

Hukum akal dalam keimanan

Kisah penuh hikmah

Mengenal sifat-sifat Allah SWT dalam Aqidah Ahlussunah wal jama'ah