Kisah sahabat Rasulullah Saw
بسم الله الرحمن الرحيم
==================================
Ada sebuah kisah tentang seorang sahabat Nabi Muhammad Saw namanya Tsa' Labah bin Abdurahman. Tsa' Labah bin Abdurahman adalah sahabat kecil, maksudnya umurnya masih kecil 15 tahun.
Umurnya masih kecil akan tetapi begitu rindu dan cinta kepada Nabi. Jadi setiap hari begitu riang, berbunga-bunga terus hatinya karna ia dekat dengan Rasulullah Saw. Apalagi kalau disuruh Nabi, masyaallah gembira ia. Kan ada orang yang lagi cinta kalau disuruh oleh orang yang dicintainya, wah patuh . Sehingga gayanya itu terlihat memang beda dengan yang lainnya. Kalau disuruh oleh Nabi jalannya cepat, dan memang kebiasaan akhirnya jalannya cepat. Kan ada orang jalannya cepat, seperti orang buru-buru terus. Dan Tsa' Labah itu model orang seperti itu.
Lalu ada orang yang bertanya, " Ya Tsa' Labah, kenapa kalau kamu disuruh Rasulullah Saw jalannya kok kayak lari gitu kayak cepet-cepet ? " Jawabannya sederhana, " aku menikmati disaat aku bersanding dengan Rasulullah, disaat disuruh aku sangat senang akan tetapi aku merasakan aku pergi aku jauh dari Rasulullah maka aku jalan ceper biar aku cepat selesai lalu kembali bisa melihat Nabi Muhammad Saw ."
Suatu ketika ini, Tsa' Labah disuruh oleh Rasulullah untuk satu tugas, tugas anak-anak bukan tugas berat, tugas yang apabila tidak dilakukan tidak mengganggu Nabi. Tapi ketika Nabi berkata , " keu pergi kesana ! " Maka pergilah si Tsa' Labah. Berjalan di gang-gang kota Madinah, kemudian saat dia berjalan disalah satu gang kota Madinah ada angin yang menerpa , ada angin yang berhembus, tiba-tiba angin itu menerpa pintu rumah orang warga di perkampungan kota tersebut. Rumah orang dulu bukan seperti rumah sekarang, tapi rumah bambu, rumah pelepah kurma, diterpa angin terbukalah pintu, setelah terbuka pintu anginnya berhembus, di ujung sana ada kamar mandi yang hanya ditutup dengan kain, bukan kamar mandi dengan pintu yang dikunci, kamar mandi dengan kain yang setelah itu tersingkaplah itu kain, terlihatlah ada wanita yang lagi mandi, dia melihat bukan dengan sengaja. Ada suara angin berhembus pintu terbuka, secara otomatis ngikuti pandangannya disaat mengikuti suara tersebut ada wanita yang lagi mandi tersingkap itu tabir. Setelah itu ia baru sadar " Astagfirullahal'azim " beristigfar, kemudian ia melihat Nabi dimata dan hatinya lalu ia menangis , takut, dan ia tidak berani pulang. Takut ada wahyu turun, " kenapa aku kok melihat yang begitu, itu haram ", padahal tidak sengaja. Ia menangis dan bingung mau pulang takut, akhirnya dia tidak mengerti mau kemana, akhirnya ia berjalan berjalan dan berjalan hingga dia tidak tau mau kemana, berjalan terus malu dia pulang. Dan dilain tempat, disana ada yang menunggu, yaitu Rasulullah Saw, " Mana Tsa' Labah ? " Sahabat menjawab, " gak ada ya Rasulullah ". " Coba cari ! " Kata Nabi. Dicari sekitar Madinah tidak ada. " Ya Rasulullah, Tsa' Labah gak ada, ya anak kecil paling main kemana atau ngembala kambing kemana " akan tetapi Nabi tidak diam, " cari sampai ketemu ! ". Maka dicari oleh para sahabat tidak ketemu-ketemu , " tidak ada ya Rasulullah ". Akhirnya Nabi memberi berita, " tolong cari disana, diantara dua bukit itu diasana Tsa' Labah berada, suruh pulang ia ! " Tentu Nabi memberi peringatan dengan wahyu.
Akhirnya pergilah Sayyidina Umar bin Khattab dengan Sayyidina Salman Al-farisi. Sayyidina Umar & Sayyidina Salman kemudian berangkat datang ketempat tersebut tidak ditemukan orang, kemudian dia naik ke atas bukit juga tidak ada, lalu ia pergi ke bukit sebelahnya, " oya itu " ada segerombolan sesuatu yang bergerak dari kejauhan. " Mari kita turun ! " Kata Sayyidina Umar. Setelah turun kebawah itu ada kambing gembalaan bersama orang yang mengembala. Dari jauh Sayyidina Umar melihat, " mungkin itu Tsa' Labah ". Deket deket Deket gede orangnya, orang tua, akhirnya, "wah bukan Tsa' Labah, tapi Nabi mengisyaratkan disini tentu ada disini. Yok kita tanya pada orang tersebut" kata Sayyidina Umar kepada Sayyidina Salman.
" Pak, apakah disini ada anak muda umur 15 tahun ? ". Orang itu menjawab, " Anak muda 15 tahun ? Ciri-cirinya bagaimana ? banyak anak-anak karna disana ada kampung ". Berkata Sayyidina Umar, " oh disana ada kampung ? " , " Iya " jawab pengembala itu. " Ndak, disini barang kali ada " lanjut Sayyidina Umar. " Oh disini ? Ciri-cirinya bagaimana ? Tanya pengembala lagi. " Ciri-cirinya kalau anak itu jalannya cepat dan wajahnya periang " jawab Sayyidina Umar. Orang tua tersebut mengerutkan dahi, " jalannya cepat ada, cuman kalau periang tidak ada, yang ada anak kecil yang biasanya naik ke atas bukit itu, jalannya cepat cuman cengeng nangis terus ". Sayyidina Umar bingung, " kayaknya bukan cirinya Tsa' Labah ". Cuman kata Sayyidina Salman, " apa salahnya kita tunggu ". Kemudian Sayyidina Umar bertanya lagi kepada orang tua itu, " pak, dimana orangnya ? ", " Diatas " jawab orang itu. " Bagian mana ? " tanya Sayyidina Umar lagi, " bagian sana " tunjuk orang itu.
Akhirnya Salman mau naik, orang tua itu mengatakan, " mau kemana engkau ? ". " Saya mau ke atas " jawab Sayyidina Salman. Kata orang tua itu, " Oo gak mau dia, dia paling takut lihat orang dia malah tambah lari ". Lalu Sayyidina Umar bertanya, " lalu bagaimana kami bisa ketemu orang itu ? ". " Kalau kamu kepengen ketemu anak itu, kamu tunggu disini dengan bersembunyi, sebab tiap malam menjelang magrib dia turun mendekat kepada ku kemudian aku beri segelas susu setelah kenyang dia naik lagi, dan itupun minum susu sambil nolah noleh takut kelihatan orang, setelah itu dia lari ke atas setiap hari dan itu sudah berlaku selama 40 hari " jelas orang tua itu. Akhirnya Sayyidina Umar & Sayyidina Salman duduk di tempat sembunyi. Betul, menjelang magrib ada yang turun, ada sesuatu hitam karna dalam kegelapan nampak turun, pelan-pelan turun mendekat kepada pengembala , oleh pengembala di kasih susu setelah dikasih susu mau lari, tiba-tiba ada yang menyeru, Umar bin Khattab mengangkat suara, " Tsa' Labah !. Kaget Tsa' Labah, " siapa kau ? ", "Aku Umar " jawab Umar. Dengan kaget Tsa' La'bah bertanya," Kenapa engkau kesini wahai Umar ? Ada apa ? Apakah Rasulullah mengatakan aku ahli neraka ? ".
" Ndak, Ndak, Ndak, aku disuruh mencarimu " jawab Sayyidina Umar. " Kenapa, apakah aku akan dihukum ? " Tanya Tsa' Labah lagi. " Tidak, tidak " jawab Umar.
Setelah itu Tsa' Labah yg ketakutan lari ke atas, dikejar oleh Sayyidina Umar, dipegang dipaksa untuk pulang. " Kau harus pulang , karna Nabi menyuruhmu pulang " kata Sayyidina Umar. " Jangan, aku malu dengan Rasulullah " jawab Tsa'Labah. " Kenapa malu dengan Rasulullah ? " Tanya Sayyidina Umar. " Aku telah melakukan dosa " jawab Tsa' La'bah. " Kenapa ? " desak Sayyidina Umar. " Pokoknya aku malu, aku tidak mau pulang " kata Tsa' Labah. Dipaksa pulang, diperjalanan akhirnya sakit Tsa' Labah, karna sakit tidak langsung dibawa ke Rasulullah akan tetapi Sayyidina Umar mengantarkan ia kembali kepada ibunya.
Setelah menghadap Rasulullah, Sayyidina Umar bercerita kepada Rasulullah Saw, " ya Rasulullah, aku sudah menemukan Tsa' .Labah ". " Dimana ia ? " Tanya Rasulullah ." Sekarang saya letakkan ia kepada ibunya," saya berikan ke ibunya karena dia sakit. Apakah perlu saya gendong ke sini ya Rasulullah ? " Kata Sayyidina Umar. Nabi menjawab dengan spontan, " tidak, aku yang akan kesana ".
Datang Nabi Muhammad Saw ke tempatnya Tsa' Labah, Tsa' Labah tidak berani melihat Nabi Muhammad. ":Ya Rasulullah, mata ini tidak pantas melihatmu ya Rasulullah ". " Kenapa ya Tsa' Labah ? " Tanya Rasulullah.
" Ya Rasulullah, aku melakukan dosa ". " Apa salahmu ya Tsa' Labah ? " Tanya Rasulullah lagi. " Malu aku dengan mu ya Rasulullah " Jawab Tsa' Labah. Nabi pun berkata, " katakan Tsa' Labah ". Akhirnya cerita Tsa' Labah, suatu ketika ngelihat ada pintu terbuka, begini begini begini cerita Tsa' Labah hingga selesai.
Setelah mendengar cerita Tsa' Labah, akhirnya Nabi mengatakan, " Tsa' Labah, apa yang kau inginkan ? Cukup tangismu , apa yang kau inginkan ? " Tsa' Labah pun menjawab, " aku ingin diampuni oleh Allah ". Rasulullah menjawab, " Allah mengampuni mu, ingin apa lagi kau Tsa' Labah ? Kata Rasulullah lagi. " Aku ingin bersamamu nanti disurga ya Rasulullah " kata Tsa' Labah. Dijawab oleh Rasulullah, " engkau bersamaku nanti disurga ".
Setelah itu baru berani Tsa' Labah melihat Rasulullah. Setelah itu dipangku, kepala Tsa' Labah dipangkuan Rasulullah Saw. Kemudian Tsa' La'bah melihat Rasulullah lalu berkata, " ya Rasulullah, badanku ". " kenapa badanmu ? " Tanya Rasulullah. Dijawab oleh Tsa' Labah, " seperti ada semut yang merayap antara kulit dan dagingku ". " Antara kulit dan dagingkmu ? " Tanya Rasulullah. " Iya ya Rasulullah " jawab Tsa' Labah. " Itu namanya ajalmu telah dekat, nyawamu sudah ditarik, ucapkan Lailahailallah " dituntun oleh Rasulullah " ucapkan Tsa' Labah, Asyhaduallailahailallah waasyhaduanna muhammadarrasulullah ". Spontan Tsa' Labah mengucapkan, " Asyhaduallailahailallah waasyhaduanna muhammadarrasulullah ". Dengan melihat wajah Nabi dan tersenyum, kemudian memejamkan mata dan terasa dipaha Nabi beban kepala Tsa' Labah tanda sudah tidak ada nyawanya. Nabi menutup matanya Tsa' Labah dan Nabi memandikannya, kemudian Nabi yang mengkafaninya, kemudian Nabi yang mensholatinya, kemudian Nabi yang menghantarkan jenazahnya, bahwa disaat Nabi mengantarkan jenazah nya Tsa' Labah Sayyidina Abu bakar terheran, kenapa Nabi berjalannya seperti orang yang berdesak-desakan, " ya Rasulullah, kenapa engkau seperti itu ? Tempatnya kan luas ya Rasulullah ? ". Rasulullah Saw menjawab, " demi Allah, aku melihat malaikat turun menggiring jenazahnya Tsa' Labah, sehingga begitu penuhnya tempat ini, sampai aku tidak bisa berjalan ".
Kenapa seperti ini ?
Cinta kepada Rasulullah Saw.
Ada 2 makna :
Kalau cinta Nabi lihat dosa kecil jadi gede.
Tapi kalau gak cinta Nabi, gede jadi kecil.
Lihat mata kita sekarang sering lihat apa ?
Internet, televisi, adakah semuanya sambung dengan Nabi. Senang gak Nabi dengan itu semua.
Lihat, Tsa' Labah menangis takut ia, bagaimana dengan kita sekarang.
Dikamar yang sembunyi kita bisa bebas sebebas-bebasnya, sebab itu kita mengaku cinta ?
Kalau cinta Nabi yang sesungguhnya akan menjauh kita dari kemaksiatan dan kalau sudah cinta Nabi, mudah untuk menjauh kemaksiatan seperti Tsa' Labah.
Yang kedua, kalau kita cinta Nabi, lihat, dicari oleh Rasulullah Saw.
Ini adalah sebuah kisah, begitu indahnya cinta kepada Rasulullah Saw, dan semoga kita bisa mendapatkan seperti Tsa'Labah.
Tsa' Labah bukan orang besar, bukan alim besar, dia masih golongan awam seperti kita, tapi bagaimana maqam dia, mulia karena ada cinta dihatinya kepada Rasulullah Saw.
Semoga kita bisa seperti Tsa' Labah bin Abdurahman.
Amin🤲
اللهم صل على سيدنا محمد
Comments
Post a Comment