Kisah sahabat Rasulullah Saw

بسم الله الرحمن الرحيم

🍁 Kisah Ali bin Abi Tholib pemuda hebat sahabat Rasulullah Saw🍁
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Ini adalah kisah imam Ali bin Abi Tholib.
Imam Ali bin Abi Tholib suatu ketika, waktu beliau duel dengan Amru bin Abdul Wud. Suatu ketika imam Ali bin Abi Tholib itu lagi dalam sebuah peperangan dengan semangat berperang karena Allah SWT dengan menghunus pedang beliau, Sayyidina Ali dengan keberaniannya. Kalau urusan dengan Sayyidina Ali  itu urusannya urusan dengan kematian. Jadi mereka tau betul urusan dengan Sayyidina Ali berarti urusan dengan kematian. Akan tetapi Amru bin Abdul Wud  ini orang kuat dalam berperang, menantang Nabi Muhammad Saw. Rupanya apa, ditantang Nabi Muhammad, Nabi Muhammad pun mau keluar. Para sahabat melarang. " Jangan, jangan engkau ya Rasulullah . "
" Tapi siapa yang keluar ? ". Dari sahabat Nabi tidak ada yang keluar, Keluarlah Ali bin Abi Tholib. Sayyidina Ali bin Abi Tholib keluar, " Biar aku yang keluar ".
Terlalu muda imam Ali, masih anak muda.
Akhirnya Sayyidina Imam Ali keluar, " Aku yang akan melawanmu ".
Dengan sombongnya Amru berkata, " Kau yang akan melawanku ? Apakah tidak ada yang lebih gede dari kalian ?  Apakah pasukan umat Islam  sudah kehabisan pasukan , sehingga harus anak kecil yang berurusan denganku ? "
Kata Sayyidina Imam Ali, " ayo kita coba ".
Terus, dan ternyata dalam peperangan tersebut Imam Ali hampir bisa membunuhnya, sudah takluk sudah lumpuh musuhnya Imam Ali. Dan disaat tinggal memenggal lehernya tiba-tiba orang tersebut meludah wajah Imam Ali bin Abi Tholib. Dan disaat wajah Imam Ali diludahi, tiba-tiba Imam Ali tinggalkan orang tersebut. Sementara Amru marah, " kenapa tidak kau bunuh aku ? " Ia malu karena tangannya sudah terpotong, banyak luka-luka, ia malu kalau hidup lagi, " cepat bunuh aku kalau kau mau membunuh , jangan kau buat malu aku dengan tangan kau potong, luka di wajahku, luka di dadaku ".
Sayyidina Imam Ali mengatakan, " Tidak, aku tidak akan membunuhmu sekarang ".
Yang lain berkata, " Ya Ali, kenapa tidak kau bunuh ? Tinggal kau penggal lehernya, kenapa tidak bunuh dia ? ".
Akhirnya Iman Ali berkata, " Tapi waktu aku gulat dengan dia, aku duel dengan dia, berantem dengan dia itu aku lakukan karena Allah SWT.
Akan tetapi disaat aku hendak memenggal lehernya, tiba-tiba ia meludahi wajahku. Karna dia meludah kewajahku, tiba-tiba aku marah. Maka aku tunda, aku tidak ingin memenggal lehernya karena aku membela amarahmu membela diriku sendiri, maka aku tidak akan membunuh sampai hatiku reda ".
Kemudian setelah beberapa waktu,  setelah Imam Ali reda hatinya, membuka matanya kembali, pedang diangkat dan tebaslah lehernya orang tersebut.

Pelajaran buat kita, marah kita bukan untuk membela diri sendiri, hendaknya marah kita karena Allah, karena Rasulullah, karna membela agama Allah SWT.

ما شاء الله

Comments

Popular posts from this blog

Hukum akal dalam keimanan

Kisah penuh hikmah

Mengenal sifat-sifat Allah SWT dalam Aqidah Ahlussunah wal jama'ah