Kisah sahabat Rasulullah Saw

السلام عليكم ورحمه الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم

💦🍁 Kisah Umar bin Khattab dan talang air yang dipasang Rasulullah Saw🍁💦
````````````````````````````````````````````````````````````

Dikisahkan pada suatu ketika Sayyidina Abdullah bin Abbas pada zaman Khalifah Umar bin Khattab. 
Suatu ketika Sayyidina Abdullah bin Abbas melewati gang kota Madinah. Diujung kota Madinah itu ada sebuah rumah, digang itu diujung gang itu Sayyidina Abdullah bin Abbas melihat ada sesuatu yang janggal.
Toleh kiri toleh kanan toleh atas toleh bawah seperti ada yang kurang, apa yang kurang. Setelah itu Sayyidina Abdullah bin Abbas baru ingat, " Oo dulu disitu ada talang ", rupanya talang sudah tidak ada.
Kemudian Sayyidina Abdullah bin Abbas bertanya kepada orang-orang yang ada dikiri kanan tempat tersebut, " Hai kaum, adakah diantara kalian ada yang mengetahui siapa yang menurunkan talang yang ada disini ? ". Orang-orang yang ada disitu semua tau, " Oo kami tau, suatu ketika Khalifah Umar yang menurunkannya ".
" Umar yang menurunkannya ? ".
" Iya, Umar yang menurunkannya ".
Kemudian Sayyidina Abdullah bin Abbas bergegas kerumahnya Khalifah Umar bin Khattab kepada Sayyidina Umar bin Khattab. Sayyidina Abdullah bin Abbas tidak akan pernah masuk rumahnya seorang pemimpin yang sholeh sekalipun kecuali hajat yang mendesak. Sayyidina Abdullah bin Abbas seorang ulamanya Rasulullah tidak mau masuk rumah Khalifah, biarpun Khalifahnya Sholeh seperti sayyidina Umar bin Khattab kecuali hajat mendesak. Dan sayyidina Umar pun tau sayyidina Abdullah bin Abbas tidak akan mengetuk pintu rumahnya kecuali dalam keadaan hajat yang mendesak.
Sayyidina Abdullah bin Abbas mengetuk pintu. Sayyidina Umar dari dalam bertanya, " Siapa ini ? "
" Aku Abdullah bin Abbas ''.
Kaget sayyidina Umar, " Abdullah bin Abbas tidak pernah mengetuk rumahku kecuali dalam keadaan hajat ". Bergegas keluar sayyidina Umar bin Khattab.
" Ada apa ya Abdullah bin Abbas, ada apa ? ".
" Aku mau bertanya kepada mu ya Khalifah ".
" Tanya apa ? "
" Apakah betul yang menurunkan talang yang ada di pojok kota Madinah itu adalah engkau ? ".
Sayyidina Umar menjawab, " iya benar, memangnya kenapa ?. Ya Abdullah bin Abbas, aku kira engkau bertanya tentang permasalahan yang besar atau cerita tentang masalah yang besar. Cuma tanya tentang talang ?. Ia memang aku yang menurunkan talang itu. Memangnya kenapa dengan talang itu ?. Urusan talang kamu tanya.
Sayyidina Abdullah bin Abbas tiba-tiba menitihkan air mata, " Ya Khalifah, apakah kamu tidak tau kalau yang memasang talang itu adalah Rasulullah ? ". Spontan Sayyidina Abdullah bin Abbas berkata dan ikut menitihkan air mata.
Sayyidina Umar seketika mendengar jawaban dari Sayyidina Abdullah bin Abbas, Sayyidina Umar pun ikut menitihkan air mata, seketika beliau berkata, " Ya Abdullah bin Abbas, semula kedatanganmu bertanya tentang talang tidak berarti, akan tetapi setelah membawa berita itu kedatanganmu menjadi berarti. Iya betul aku yang menurunkannya dan akan aku kembalikan sekarang juga ".
Sayyidina Umar pergi diikuti oleh Sayyidina Abdullah bin Abbas, " kemana engkau ya Umar ? ".
" Aku akan ambil digudang itu talang ".
Setelah diambil digudang akan dibawa oleh Sayyidina Umar, Sayyidina Abdullah bin Abbas berkata,  " Umar, biar aku yang membawanya. "
" Tidak, aku yang akan membawanya ".
Dibawalah oleh Sayyidina Umar bin Khattab, talang dibawa ditempat yang disitulah dicabut talang.
Sayyidina Umar dan Sayyidina Abdullah bin Abbas berhenti, kemudian Sayyidina Umar melihat ke atas dengan linangan air mata. Kemudian bertanya minta tolong kepada Sayyidina Abdullah bin Abbas karena tempatnya talang adalah tinggi, " Abdullah bin Abbas, tolong bantu aku untuk memasang, kamu naik kalau begitu ".
Sayyidina Abdullah bin Abbas disaat disuruh naik beliau pergi.
" Ya Abdullah bin Abbas, kau tidak mendengar perintahku ? Pasang ini ".
" Ya Khalifah, tempatnya tinggi aku akan meminjam tangga kepada tetangga ".
" Tidak perlu pakai tangga, injak tengkuknya Umar bin Khattab yang berani menurunkan talangnya Rasulullah Saw ".
Disuruh injak tengkuk beliau. Makna pengagungan kepada Rasulullah, itulah cinta.

ما شاء الله
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم


Comments

Popular posts from this blog

Hukum akal dalam keimanan

Kisah penuh hikmah

Mengenal sifat-sifat Allah SWT dalam Aqidah Ahlussunah wal jama'ah