Kisah sahabat Rasulullah Saw

بسم الله الرحمن الرحيم

🍂 Kisah Rib'i bin Amir sang utusannya utusan Nabi Muhammad Saw🍂
------------------------------------------------------------------

Ada kisah tentang hamba-hamba yang kemuliaannya itu dihadapannya Allah SWT bukan dihadapan manusia.

Ada dikisahkan namanya Rib'i, waktu itu Sa'ad bin Abi waqas dalam perang Qadisiah, saat Sa'ad bin Abi waqas jadi pemimpinnya atau panglimanya.
Ada Rustum, panglima lawan itu memanggil cuma dia sudah mau menempatkan maksudnya pamer, karna memang mereka itu orang kafir bangga dengan dunia, kehebatan itu adalah kalau dia bisa membuat istana, kalau ia bisa membuat perkemahan yang hebat, mewah-mewah dengan segala permadani .
Akhirnya dari orang kafir ini atau dari Persi ini memanggil agar Sa'ad bin Abi waqas mengirim utusan untuk diskusi, apa yang bisa kita dicarakan.
Sa'ad bin Abi waqas menyuruh asal, menyuruh orang, " Kau berangkat ya Rib'i ".
Rib'i adalah orang awam, sudah tua tidak model gagah begitu, bajunya pun compang camping banyak yang sobek, jalannya miring, naik keledai ada yang mengatakan kuda yang sangat sederhana, naik kuda itupun tidak punya pelana ia.
Datang ke tempatnya Rustum, yang lain meletakkan kudanya jauh-jauh, dia meletakkan kuda deket permadani yang sudah digelar, langsung diikat gitu, sampai ngikatnya itu ada nyantai kayak rumahnya sendiri. Gak punya tongkat, tongkatnya adalah tombaknya sendiri. Tombaknya meninggalkan bekas pada permadani yang ditusuk.
Yang melihat pada bingung ini, tiba-tiba ia duduk di samping pembesar kafir, akhirnya yang lain pada ingin menahan, pasukan-pasukan Persi ingin menahan orang ini kok kurang ajar.
Dia dengan tenang berkata, " Yang nyuruh datang aku adalah ni ( menunjuk pembesar kafir )  , jangan banyak ngomong kau saya diundang disini, saya bukan datang sendiri ".
Akhirnya pembesarnya berkata, " Tinggalkan dia ". Lalu ditanya, " Siapa yang menyuruhmu disini ? Maksudnya apa yang menjadi sebab kok kamu berani kesini ? Aku mengundang pembesar lalu siapa yang menyuruhmu kesini, siapa yang mengutusmu ? " .
Supaya rentetannya jelas, " siapa kamu ? ".
" Aku adalah utusannya utusan Nabi Muhammad Saw ". Bukan langsung diutus oleh Nabi Muhammad.
Rustum bingung , " Ini utusannya utusan Nabi Muhammad, sudah kecil modelnya gini aja beraninya kayak begini, bagaimana yang utus dia. Kebayang Nabi Muhammad, kayak apa Nabi Muhammadnya ".
Lalu bertanya, " Untuk apa kau datang ? Maksudnya kamu datang dengan rombongan pasukan untuk apa ? ".
Dengan lantang menjawab, " Kami datang di setiap negri untuk membebaskan hamba-hamba yang diperbudak hamba-hamba Allah, untuk menjadi hambanya Allah SWT ".
Gemetar, itu gemetar orang yang ada disekitarnya.
Wibawa, badan boleh kurus kayak Rib'i, baju compang camping tapi tidak pernah takut kecuali kepada Allah SWT.
Akhirnya apa, mulia Islam itu.

ما شاء الله


Comments

Popular posts from this blog

Hukum akal dalam keimanan

Kisah penuh hikmah

Mengenal sifat-sifat Allah SWT dalam Aqidah Ahlussunah wal jama'ah