Kisah sahabat Rasulullah Saw

بسم الله الرحمن الرحيم

💦🍂Kisah sahabat Rasulullah Saw Mu'adz bin Jabal🍂💦
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

Sayyidina Mu'adz adalah salah satu sahabat Rasulullah Saw.
Sayyidina Mu'adz ini juga  yang pernah diajari Nabi untuk membaca doa setelah sholat. Yang pernah dipanggil oleh Rasulullah kemudian ditambah dengan kata, " Ya Mu'adz, inni uhibbuk " , " ya Mu'adz, aku mencintaimu ".
Selama ini kita mencari cinta Rasulullah Saw, lah ini sudah langsung Nabi yang mengucapkan. Kalau selama ini kita mengaku cinta kepada Rasulullah karena dengan harapan bahwasanya Rasulullah mencintai kita. Lalu akan mencari kita dipadang Mahsyar , membonceng kita di Sirathal mustaqim, dan akan memberikan minum ditelaga Kautsar, kita mencintai Nabi.
Akan tetapi Sayyidina Mu'adz, bukan Sayyidina Mu'adz yang mengatakan aku cinta kepada Nabi dan itu sudah berlalu artinya sudah setiap hari dirinya Sayyidina Mu'adz mengatakan dirinya cinta kepada Nabi, tapi saat itu dijawab oleh Rasulullah, " Ya Mu'adz, Inni uhibbuk, Ya Mu'adz, aku mencintaimu ".
Apa yang dirasa ?
Seorang pecinta yang ternyata orang yang dicintainya membalas dengan kalimat, " Ya Mu'adz, inni uhibbuk ".
Masyaallah.

Diriwayatkan oleh Sayyidina Anas Ra.
" Bahwasanya Rasulullah Saw dan Sayyidina Mu'adz yang dibonceng diatas onta ".
Sungguh satu pemandangan yang sangat indah, naik onta digandeng oleh Rasulullah Saw, Sayyidina Mu'adz bin Jabal.
Kemudian Rasulullah Saw berkata, " Ya Mu'adz ".
" Labbaikh ya Rasulullah wa saddaikh , Iya ya Rasulullah, kupenuhi panggilanmu  dengan senang ".
Kemudian Nabi mengulangi lagi, " Ya Mu'adz ".
" Labbaikh ya Rasulullah wa saddaikh, Iya ya Rasulullah, kupenuhi panggilanmu dengan senang ".
Diulangi sebanyak 3 kali.
Dalam hal ini, " Ya Mu'adz ", artinya bahwasanya dengan kalimat yang di ulang-ulang  menunjukkan bahwa yang akan disampaikan adalah sesuatu yang amat-amat penting. Kemudian Rasulullah Saw berkata, " Tidak ada seorang hamba yang bersaksi bahwasanya Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah dengan sungguh-sungguh  dengan tulus dari dalam hatinya, kecuali Allah haramkan untuk masuk neraka ".
Kemudian Sayyidina Mu'adz setelah mendengar berita itu, berita hebat itu, berita heboh itu, berita dahsyat yang bahwasanya " Yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah dengan tulus dari hatinya, mereka akan masuk surga ".
Kemudian Sayyidina Mu'adz bertanya, " Apakah boleh aku kasih tau mereka ya Rasulullah agar mereka senang ? "
Nabi Muhammad yang sangat mencintai umat beliau berkata, " Kalau begitu maksudnya kalau sudah kamu kasih tau, dikhawatirkan mereka itu akan mengenyangkan ".
Hanya mengucapkan " Asyhaduallailahailallah Waasyhaduanna Muhammadarrasulullah " lalu dianggap sudah masuk surga. Dan memang sabda Nabi semacam itu , akan tetapi yang dikhawatirkan Nabi adalah orang yang tidak paham.




Comments

Popular posts from this blog

Hukum akal dalam keimanan

Kisah penuh hikmah

Mengenal sifat-sifat Allah SWT dalam Aqidah Ahlussunah wal jama'ah