Kisah Pemuda


السلام عليكم ورحمه الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم

💥 Kisah pemuda yang menggendong ibunya 💥
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dikisahkan suatu ketika ada seorang anak muda menggendong ibundanya, dilihat oleh Sayyidina Abdullah bin Umar. Sayyidina Abdullah bin Umar adalah ulama daripada sahabat Nabi Saw.  Waktu itu Sayyidina Abdullah bin Umar lagi menjalankan amalan umrah atau haji. Sayyidina Abdullah bin Umar melihat seorang anak muda menggendong ibunya mulai dari Arafah, melempar jumroh, tawaf , dilihat.
Karena waktu zaman dulu itu kalau tawaf kelihatan karena orangnya terbatas. Dari mulai dari Arafah kelihatan anak laki-laki itu menggendong ibundanya, disaksikan terus oleh Sayyidina Abdullah bin Umar, bangga Sayyidina Abdullah bin Umar melihat anak muda yang masih seperti itu, maksudnya anak muda yang berbakti kepada ibundanya.

Kemudian setelah tawaf selesai dibawa ibundanya sa'i setelah sa'i didudukkan ditempat yang manis ibundanya lalu diberikan air zam-zam setelah itu ibunya tersenyum. Lalu sang anak muda meminta izin, " Umi, saya akan mendekat kepada Imam Abdullah bin Umar ".
" Iya nak ".
Berangkatlah anak tersebut mendekat kepada Sayyidina Abdullah bin Umar, lalu bertanya
" Wahai Sayyidina Abdullah bin Umar ".
" Iya ".
" Anda melihat saya ? "
" Iya, kau luar biasa wahai anak muda. Kau gendong ibundamu ".
" Ilah sampai luka leherku ".
" Itu adalah imbalannya Surga dihadapan Allah SWT ".
" Baik Sayyidina Abdullah bin Umar, aku ingin tanya ".
" Tanya apa wahai anak muda ? ".
" Ibundaku teramat baik kepadaku ".
" Tentu ".
" Aku ingin membalas budi ibundaku. Apakah yang aku lakukan seperti ini sudah bisa membalas budi baik ibundaku ? "
Anak yang baik ia, ingin membalas budi baik ibundanya. Digendong umrah, digendong haji.
Ditanya seperti itu Sayyidina Abdullah bin Umar  menjawab tidak pakai mikir (spontan) dan berkata,
" Tidak wahai anak muda. Apa yang kau lakukan tidak ada apa-apanya dibandingkan sesaat waktu ibundamu melahirkanmu. Waktu ibundamu melahirkanmu taruhannya nyawa sakitnya luar biasa itupun wajahnya masih tersenyum setelah itu. Dan engkau menggendong ibundamu taruhannya bukan nyawa ".

Alangkah besarnya jasa ibunda kepada kita.
Seorang ibunda disaat menggendong anaknya, lihat apa yang ada dihatinya ?
Disaat menggendong anaknya yang ada dihatinya, kapan anakku bisa membuka matanya, setelah membuka mata kapan bisa tengkurap, setelah tengkurap kapan anakku bisa merangkak,  setelah bisa merangkak kapan anakku bisa berjalan, setelah berjalan kapan anakku bisa berlari,  begitulah seorang ibunda menggendong anaknya, harapannya kapan anakku menjadi dewasa, besar, terus tentang kehidupan anaknya.
Tapi ingat seorang anak, alangkah banyaknya seorang anak disaat menggendong ibundanya, terpetik, terlintas dihatinya kapan ibundanya tiada, karena merasa capek merawat ibundanya. Nauzubillah.

Berbakti adalah urusan hati bukan basa-basi.
Sekarang mari kita tanyakan pada hati kita masing-masing, bagaimana kita dengan Ibunda kita, dengan ayahanda kita ?.
Semoga dihati kita senantiasa tumbuh kecintaan kepada kedua orang tua kita.
Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tua kita, bertutur kata yang lembut dengan kedua orang tua kita, senantiasa berbakti kepada kedua orang tua, serta menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah yang senantiasa berdoa untuk kedua orang tua.
Semoga kita tidak termasuk golongan anak yang durhaka kepada kedua orangtua.
اللهم اغفر لي ولوالدي وارحمهما كما ربياني صغيرا
🤲Amin


Comments

Popular posts from this blog

Hukum akal dalam keimanan

Kisah penuh hikmah

Mengenal sifat-sifat Allah SWT dalam Aqidah Ahlussunah wal jama'ah