Kisah Putri Rasulullah Saw
السلام عليكم ورحمه الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
🍁 KISAH SEDIH WAFATNYA PUTRI TERCINTA RASULULLAH SAW SAYYIDAH FATIMAH AZ-ZAHRA RA🍁
-------------------------------------------------------------------------
Diwaktu Rasulullah Saw menjelang wafat, saat itu Rasulullah Saw merasakan sakit yang sangat, kedatangan Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Dan seperti kebiasaan Rasulullah Saw kalau kedatangan putri beliau berdiri dan beliau lupa bahwasanya beliau itu lagi sakit dan lagi lemah fisik beliau. Sehingga melihat wajah Sayyidah Fatimah Az-Zahra bergegas Nabi Muhammad ingin berdiri tapi tidak mampu , ingin berdiri lagi dan tidak mampu, kemudian Sayyidah Fatimah bergegas mempercepat langkah hingga sampai kepada Rasulullah Saw,
" Tidak usah berdiri ayah ".
Kemudian Sayyidah Fatimah Az-Zahra mencium kening Rasulullah Saw. Dan setelah itu didapati Sayyidah Fatimah Az-Zahra agak menjauh dari Rasulullah Saw karena waktu itu ada yang menjaga diantaranya Sayyidah Aisyah sehingga Rasulullah meminta,
" Kau kesini ".
Denga isyarat memanggil Sayyidah Fatimah Az-Zahra lalu mendekat lah Sayyidah Fatimah Az-Zahra kepada Rasulullah. Dan disaat Sayyidah Fatimah Az-Zahra dekat dengan Rasulullah, tiba-tiba ditarik kepala Sayyidah Fatimah didekatkan telinga beliau dibibir Rasulullah Saw. Dan disaat itu Rasulullah mau berbisik dengan satu bisikan. Saat itu Sayyidah Fatimah Az-Zahra menangis seketika, menangis yang luar biasa beliau menangis. Kemudian setelah itu ditarik lagi kepala Sayyidah Fatimah Az-Zahra kemudian dibisiki yang kedua kalinya, dengan bisikan kedua kalinya ini ternyata Sayyidah Fatimah Az-Zahra tidak menangis lagi justru yang di temukan pada Sayyidah Fatimah Az-Zahra adalah senyum.
Siti Aisyah dari kejauhan terheran-heran, kok ada orang menangis langsung tertawa. Hingga setelah itu ditanya,
" Fatimah, aku lihat tadi engkau menangis bareng tertawa, Rasulullah bicara apa ? ".
Dijawab oleh Sayyidah Fatimah Az-Zahra,
" Aku tidak akan menyebar rahasia ayahku, rahasia antara aku dengan ayahku selagi beliau masih hidup ".
Dan cerita ini akan dibongkar, dibuka oleh Sayyidah Fatimah Az-Zahra bersama Siti Aisyah setelah Rasulullah wafat. Cerita itu adalah waktu pertama dibisikkan oleh Rasulullah Saw kepada Sayyidah Fatimah Az-Zahra, bisikan itu adalah:
" Wahai Fatimah, sebentar lagi aku akan menghadap kepada Allah SWT, aku akan meninggal, aku akan kembali kepada Allah SWT ".
Yang disadari oleh Sayyidah Fatimah Az-Zahra adalah perpisahan, maka dari itu rasa takutnya Sayyidah Fatimah Az-Zahra dengan perpisahan dengan orang yang sangat dicintai menjadikan Sayyidah Fatimah Az-Zahra menangis dan tangisnya tiada kira karena akan ditinggal oleh Rasulullah Saw, kecintaannya kepada Rasulullah Saw menjadikan semua itu terjadi, menangis.
Kemudian bisikan yang kedua kata Sayyidah Fatimah Az-Zahra,
" Beliau berkata kepadaku bahwa, " engkau adalah orang pertama dari keluargaku yang akan menyusulku " aku menjadi lega, aku senang karena aku bisa menyusul ayahandaku, dan aku tidak akan pisah lama dengan ayahandaku ".
Dan benar, setelah 6 bulan Rasulullah wafat, disusul oleh Sayyidah Fatimah Az-Zahra dengan perjalanan meninggalnya, Masyaallah.
Hari-hari Sayyidah Fatimah Az-Zahra menanti hari yang dinantikan ini, beliau masih hidup didunia tapi seolah-olah tidak ada didunia, yang ada hanya derai tangis, yang ada hanya derai air mata karena kerinduannya kepada ayahanda beliau, terngiang-ngiang di telinganya janji ayahandanya.
" Engkau adalah orang pertama kali yang akan menyusulku ".
Tapi hari itu terasa lama, dirasakan lama oleh Sayyidah Fatimah Az-Zahra.
Waktu 6 bulan dirasakan lama sekali, ingin segera bertemu kembali dengan ayahanda beliau dan Sayyidah Fatimah Az-Zahra disaksikan oleh Sayyidina Ali dan Asma' binti Umais adalah dengan derai air mata, sehingga tampaklah fisik Sayyidah Fatimah Az-Zahra berubah, semakin lemah. Orang mengatakan Sayyidah Fatimah Az-Zahra sakit padahal tidak sakit, itu adalah kerinduannya kepada ayahanda beliau.
Suatu ketika duduk bersama Sayyidina Ali, dan disaat duduk bersama Sayyidina Ali beliau berkata,
" Sepertinya waktuku sudah dekat wahai suamiku, maka maafkan aku ".
" Engkau tidak pernah punya kesalahan kepadaku wahai Putri Rasulullah ".
" Baiklah wahai suamiku, aku akan berwasiat , tolong jalankan wasiatku ".
" Baik wahai Putri Rasulullah, apa yang harus aku sampaikan ? ".
Waktu itu Sayyidah Fatimah Az-Zahra berwasiat,
" Aku berwasiat kepadamu 3, yang pertama adalah nikahilah Umamah setelah aku meninggalkan nanti ".
Umamah itu adalah putri daripada Sayyidah Zainab, Sayyidah Zainab Putri Rasulullah Saw.
Lanjut,
" Karna Umamah itu adalah sifat dan wataknya sangat mirip dengan aku, dia sangat bisa untuk mendidik anak-anakku. Yang kedua adalah jika aku mati nanti tolong aku diantarkan kekubur dengan keranda mayat seperti yang sudah aku pesankan kepada Asma'. Yang ketiga adalah kubur aku dimalam hari ".
Dan itu akan dijalankan oleh Sayyidina Ali bersama Asma'binti Umais.
Kemudian setelah itu tangis selalu mengiringi perjalanan Sayyidah Fatimah Az-Zahra, duka yang amat dalam akan tetapi beliau adalah orang yang dididik oleh Rasulullah, dukanya bukan karena meninggalnya Rasulullah, sudah berubah dukanya karena rindu kepada Rasulullah Saw.
Semula waktu Nabi Muhammad meninggal, Sayyidah Fatimah Az-Zahra menangis, menangisnya karena ditinggal Rasulullah Saw tapi setelah itu berubah tangis Sayyidah Fatimah Az-Zahra karena ingin bertemu dengan Nabi Muhammad Saw.
Dan sudah pada waktu yang sudah sangat dekat Sayyidah Fatimah Az-Zahra merasakan sakit yang sangat, tapi sakitnya lagi-lagi sakit karena kerinduan sehingga berpesan kepada Asma',
" Kau diluar saja Asma'. Hasan dan Husain kemana ? ".
" Lagi ke masjid ".
" Baiklah, kau tunggu diluar aku akan membaca Al-Qur'an. Kalau sudah nanti engkau tidak bisa mendengar, kalau sudah tidak lagi Qur'an terdengar, itulah waktuku ".
Sayyidah Asma' berada didepan sambil menunggu kepulangan Sayyidina Hasan dan Husain. Beliau tidak menyadari perkataan Sayyidah Fatimah Az-Zahra tadi, hanya mendengar tapi kurang bisa menyadari.
Setelah beberapa waktu , tiba-tiba sudah tidak terdengar baru sadar, " tadi Sayyidah Fatimah berkata, " kalau sudah tidak lagi terdengar suara Al-Qur'an, berarti waktu itu adalah waktuku ".
Sayyidah Asma' sadar, gemetaran, masuk ke kamar Sayyidah Fatimah Az-Zahra, dan Sayyidah Fatimah Az-Zahra sudah menyusul Rasulullah Saw.
Yang bisa dilakukan Sayyidah Asma' hanya menangis, dan tangisnya Sayyidah Asma' tidak sekadar kepergian Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Sayyidina Asma' binti Umais berfikir,
" bagaimana aku menghadapi 2 cucu Rasulullah ".
Difikir kecintaan kepada ahli bait Rasulullah Saw.
" Aku harus bicara apa kepada Hasan dan Husain ". Bingung Sayyidah Asma'.
Pintu masih ditutup, ditutupilah Sayyidah Fatimah Az-Zahra dengan kain dan Sayyidah Asma'keluar. Sayyidah Asma'keluar berada di depan pintu bingung, dia berusaha menghapus air matanya akan tetapi tetap saja keluar, menghapus air matanya keluar lagi. Tiba-tiba 2 anak kecil datang dan melihat Asma'seperti itu. Sayyidina Hasan dan Husain berhadap-hadapan. Pendidikan dari Rasulullah berhadap-hadapan sadar bahwa ada sesuatu yang tidak beres, ada yang tidak beres dirumah. Berhadap-hadapan Sayyidina Hasan dan Husain, anak kecil. Tiba-tiba rangkulan sambil menangis. Belum dikasih tau sudah paham. Itulah sambung hatinya cucu Rasulullah dengan ibundanya dengan Rasulullah Saw.
Asma'tidak bisa menahan itu semua, kemudian dirangkul dan dibawa ke dalam. Sampai didalam mencium kening Sayyidah Fatimah Az-Zahra.
Itulah yang terjadi di dalam rumah pecinta-pecinta Rasulullah Saw.
Setelah itu Sayyidina Ali datang, yang memandikan dan mengkafani Sayyidina Ali sendiri.
Ada riwayat yang tidak benar, Siti Fatimah berpesan agar tidak dimandikan, itu tidak benar itu berlebihan. Ada yang mengatakan Siti Fatimah meninggal tidak dimandikan karena tidak ingin auratnya dilihat oleh orang, itu riwayat adalah tidak benar.
Siti Fatimah dimandikan dan yang memandikan adalah Sayyidina Ali.
Dan kemudian setelah itu Sayyidah Fatimah Az-Zahra dihantarkan ke kubur dengan cara seperti yang telah dipesankan oleh beliau, memenuhi wasiat dari Sayyidah Fatimah Az-Zahra.
Ini adalah sekelumit yang bisa kita ambil dari Putri Rasulullah Saw.
Yang perlu digarisbawahi apa ?
Kenapa Sayyidah Fatimah Az-Zahra sangat dicintai oleh Rasulullah Saw ?
Bukan karena putrinya saja, sebab kalau urusan putri yang lain juga putri Rasulullah, Sayyidah Zainab, Sayyidah yang lainnya.
Tapi kenapa Sayyidah Fatimah Az-Zahra mendapatkan ini semua ?
Karena ada kelebihan akhlaknya yang luar biasa.
Pertama kecintaan nya kepada Rasulullah Saw melebihi yang lainnya, sehingga mendapatkan balasan dari Rasulullah Saw yang lebih.
Yang kedua akhlaknya, rasa malunya yang tinggi, kemudian disamping itu pengabdiannya yang luar biasa.
Ini yang menjadikan Rasulullah Saw cinta kepada Sayyidah Fatimah Az-Zahra dan juga Sayyidah Fatimah Az-Zahra adalah orang yang sangat dekat dengan Rasulullah Saw, bukan saja dekat didalam pergaulannya akan tetapi memang senantiasa balas-balasan masalah kecintaan, sehingga digelari:
" Ummul abiha(ibu dari ayah) ".
Sifat-sifat Sayyidah Khadijah Al-qubro turun kepada Sayyidah Fatimah Az-Zahra, sehingga waktu Sayyidah Fatimah Az-Zahra meninggal yang paling berduka adalah Sayyidah Ummi Kultsum.
Karena apa, menemukan bahwasanya,
" Figur ibuku ada pada Sayyidah Fatimah Az-Zahra, tapi setelah ini sudah tiada lagi ".
Semoga kisah ini mampu menumbuhkan kecintaan dihati kita kepada ahli bait Rasulullah Saw . Dan semoga kita bisa berkumpul bersama ahli bait Rasulullah Saw kelak di Surga.
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم
🤲Amin
والله اعلم
Comments
Post a Comment