Kisah Rasulullah Saw


السلام عليكم ورحمه الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم

🍂 KISAH SEDIH PENGGUGAH JIWA, WAFATNYA RASULULLAH SAW 🍂
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Setelah malaikat Jibril memberikan kabar gembira bahwasanya umat Nabi Muhammad sudah dapat jaminan Surga.
Kemudian Nabi Muhammad Saw menyerahkan kepada  malaikat Izrail, sebab waktu itu malaikat Izrail sudah berada dirumah Rasulullah Saw, yang semula malaikat Jibril ngobrol dengan Rasulullah lalu malaikat Jibril berkata, " Ya Rasulullah, didepan ada malaikat Izrail mau masuk ".
Rasulullah berkata, " boleh masuk silahkan ".
Kemudian malaikat Izrail mengucapkan salam, dan setelah mengucapkan salam malaikat Izrail menawarkan, " Ya Rasulullah, aku disuruh oleh Allah SWT untuk mencabut nyawamu atau  membiarkan engkau ".
Dalam riwayat, " aku disuruh oleh Allah SWT untuk membuat pilihan kepadamu, tetap didunia atau dengan Allah SWT ".
Nabi Muhammad Saw menjawab,
" dengan Allah SWT ".
Kemudian setelah itu Nabi Muhammad Saw berdoa agar umatnya selamat.
Setelah ada jaminan umatnya selamat,
" Malaikat Izrail, sudahlah. Cabut nyawaku kalau memang sudah waktunya ".
Mulailah Nabi Muhammad Saw dicabut nyawa beliau oleh malaikat Izrail dan disaat Nabi Muhammad Saw mulai dicabut nyawanya beliau oleh malaikat Izrail, Nabi Muhammad Saw mengatakan,
" Aaah, apa ini wahai Izrail ? "
Malaikat Izrail kemudian menjawab,
" Ya Rasulullah, itu adalah sakaratul maut. Itu adalah sakitnya didalam kematian ".
Kemudian Nabi Muhammad Saw mengangkat tangannya sambil berucap,
" Lailahailallah, sungguh didalam kematian ada sakitnya sakit kematian yaitu sakaratul maut ".
Kemudian Nabi Muhammad Saw memohon,
" Ya Allah, ringankanlah sakaratul mautku ini ya Allah ".
Dijawab oleh malaikat Izrail,
" Ya Rasulullah, ini sudah aku ringankan 70 kali ".
Nabi Muhammad Saw menoleh,
" Apa malaikat Izrail, sudah kau ringankan 70 kali keringanan ? ".
" Iya ya Rasulullah, sungguh aku tidak pernah mencabut seorang hamba lebih lembut dari cara mencabut nyawamu , ini sudah aku ringankan 70 kali ".
Setelah itu justru Nabi Muhammad Saw menangis,
" Izrail, 70 kali rasanya masih sakit ? ".
" Iya ya Rasulullah, memang seperti itu sakaratul maut ".
" Lalu bagaimana kau mencabut umatmu wahai Izrail ? ".

Masyaallah, yang diingat siapa ?
Umat.

" Kalau engkau mencabutku dengan ringan seperti ini masih sakit , bagaimana engkau mencabut umatku ya Izrail ? ".
Dijawab oleh malaikat Izrail,
" Umatmu manusia biasa ya Rasulullah, cukup aku cabut begitu saja ".
Nabi Muhammad Saw menangis, tiba-tiba Nabi Muhammad Saw mengangkat tangan memohon kepada Allah,
" Allah Allah, sungguh didalam kematian ada sakaratul maut, Ya Allah ringankan dari umatku sakaratul maut dan bebankan kepadaku ".

Masyaallah.
Sampai tidak sadar doa Nabi Muhammad Saw seperti itu.
Itu doa cinta, bahasa cinta yang terkadang tidak bisa diterjemahkan oleh akal.
Itulah yang dirasakan Rasulullah, sakaratul maut begitu sakitnya membayangkan betapa sakitnya umat , Nabi Muhammad Saw disaat dicabut nyawa beliau maka Rasulullah mengatakan,
" Ya Allah, ringankan sakaratul maut dari umatku bebankan kepadaku saja ya Allah ".
Permintaan Nabi Muhammad Saw tidak ditolak oleh Allah,
" Dikabul dikabul dan dikabul wahai Muhammad ".

Sallu'ala Nabi Muhammad.

Dan benar, sakaratul maut kita ditahan oleh Rasulullah, ditanggung oleh Rasulullah.
Sehingga digambarkan oleh Imam Bukhori disaat Nabi Muhammad Saw dicabut nyawa beliau, Siti Aisyah yang ada disitu, Rasulullah Saw berada dipangkuan Siti Aisyah, yang saat itu Siti Aisyah melihat keringat dingin keluar dari kening Rasulullah, Siti Aisyah tidak pernah melihat keringat keluar seperti itu, bahkan saat dipegang kepala Rasulullah panasnya melebihi dari panasnya orang biasa, setiap kali ada kain dicelupkan diair ditempelkan dikening Rasulullah langsung mengering, saat itu Nabi Muhammad Saw mengucapkan kalimat,
" Lailahailallah, sungguh didalam kematian ada sakitnya sakit kematian ".
Kemudian Nabi berpesan dengan banyak pesan, dan diantara pesan Rasulullah adalah,
" aku titip salam, aku titip salam kepada umatku dan orang yang mengikutiku sampai hari kiamat ".

Sadari salamnya Rasulullah.
Sebelum meninggal masih sempat titip salam.
Salam kepada siapa?
Bukan salam kepada siapa-siapa tapi salam kepada kita.
Maka mari kita mengucapkan salam kepada Rasulullah karena Rasulullah sudah salam duluan kepada kita, mari kita sejenak bersalam kepada Rasulullah, hadirkan Rasulullah dimata dan hati kita, mari kita bersama-sama mengucapkan salam,
" Assalamu'alaika ya Rasulullah , Assalamu'alaika ya Rasulullah, Assalamu'alaika ya Habiballah, Assalamu'alaika ya Nabiyallah ".
Rasulullah mengucapkan salam kepada kita.

Dan disaat itu Rasulullah keringat dingin keluar maka oleh Siti Aisyah diusap. Oleh Siti Aisyah diusap, bayangkan saat itu Nabi Muhammad dipangkuan Siti Aisyah dan diusap oleh Siti Aisyah.

Siti Aisyah berkata,
" Keringat Rasulullah mengucur deras hingga aku usap dan aku usap dengan tangannya Rasulullah Saw ".
Diusap dengan tangannya Rasulullah, Siti Aisyah memegang tangan Rasulullah, tangan Rasulullah sendiri yang digunakan untuk mengusap keringat Rasulullah Saw.
Sahabat bertanya, " Aisyah, kenapa harus dengan tangan Rasulullah tidak dengan tanganmu ? ".
Lihat jawab Siti Aisyah,
" Karena tangan Rasulullah lebih lembut dari tanganku ".

Sallu'ala Nabi Muhammad.

Masih sempat nyanjung sahabat Nabi.
Dalam keadaan begitu masih menyadari kelembutan tangan Rasulullah, jasad Rasulullah, kemuliaan Rasulullah Saw.
" Dan aku lebih menginginkan bahwasanya yang menyentuh jidad Nabi Muhammad adalah tangan yang paling mulia didunia dan diakhirat ".
Siti Aisyah tidak berani menyentuh, keinginannya yang menyentuh adalah tangannya Rasulullah Saw.

Lanjut,
Kemudian setelah itu Nabi Muhammad Saw merasakan sakit yang sangat untuk kita.
Kemudian Rasulullah Saw mengangkat tangan tinggi-tinggi sambil mengucapkan,
" Lailahailallah, sungguh dalam kematian ada sakitnya sakit kematian ".
Tiba-tiba tangan itu semakin turun dan ditangkap oleh Siti Aisyah, dan disaat tangan itu jatuh ditangan Siti Aisyah kemudian tiba-tiba paha Siti Aisyah merasakan berat kepada suci Rasulullah, dan saat itu Siti Aisyah sadar bahwasanya Rasulullah sudah kembali kepada Allah SWT.
Sallu'ala Nabi Muhammad.

Siti Aisyah bingung disaat melihat seperti itu.
Diletakkan pelan-pelan kepala Rasulullah.
Sambil menangis kemudian berkata,
" Rasulullah sudah meninggal ".
Para sahabat Nabi pada bingung.
Sayyidina Ali tiba-tiba terduduk tidak bisa berdiri, Sayyidina Utsman tidak bisa ngomong, ada orang Sayyidina Zaid berkata, " aku baru melihat Rasulullah, setelah ini aku tidak mau melihat lagi selain Rasulullah. Ya Allah butakan mataku. Aku tidak ingin aku kotori mataku dengan selain Rasulullah ".
Dan dibutakan oleh Allah SWT.

Bermacam-macam kejadian saat itu. Madinah heboh luar biasa dengan meninggalnya Rasulullah Saw. Dan sungguh meninggalnya Nabi Muhammad adalah menghidupkan hati yang mati  bagi orang-orang yang paham.

Lanjut,
Tiba-tiba datang Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq lalu masuk ke kamarnya Rasulullah, lalu masuk kepada Rasulullah  kemudian mengecup kening Rasulullah dan Sayyidina Abu Bakar berkata,
" Ya Rasulullah, engkau tetap harum dalam keadaan hidup dan harum setelah meninggal dunia ".
Sallu'ala Nabi Muhammad.

Hingga sampai setelah hari besoknya, meninggal Rasulullah Senin hingga sore Selasa malam Rabu dikuburkan Rasulullah Saw.
Setelah dikubur, Sayyidah Fatimah Az-Zahra bertanya kepada Sayyidina Anas sambil menangis Sayyidah Fatimah Az-Zahra,
" Wahai Anas, bagaimana engkau tega, apakah engkau rela menaburkan debu diatas kepala Rasulullah ? ".
Sayyidina Anas menangis kaget,
" Wahai tinta Rasulillah , kalau kami tidak dilupakan oleh Allah, niscaya tidak ada yang bisa mengubur Rasulullah ".
Jadi saat itu dilupakan oleh Allah, sehingga mereka tidak menyadari melakukan itu semua , kalau mereka sadar tidak akan bisa mengubur Rasulullah Saw.
Ini yang diungkapkan Sayyidina Anas,
" Kalau seandainya kami tidak dilupakan oleh Allah, niscaya kami tidak akan mampu mengubur Rasulullah Saw.

Sallu'ala Nabi Muhammad.

🤲
Ya Allah, kami yang hadir dengan kisah ini ya Allah, ingin senantiasa hadir dihati kami kekasihMu Nabi Muhammad, maka kami mohon ya Allah jadikanlah kekasihMu Nabi Muhammad  yang akan ya Allah, yang akan mendampingi kami kelak saat Kau cabut nyawa kami, seperti yang Kau kabarkan yang Kau wahyukan kepada kekasihMu Nabi Muhammad " semua hamba yang beriman akan menyaksikan Surga disaat dicabut nyawa mereka ", dan Surga ditempat itu yang mulia adalah Nabi Muhammad. Maka kami mohon ya Allah, saat Kau cabut nyawa kami, ya Allah hadirkan Nabi Muhammad dihati kami ya Allah, dan kami mohon ya Allah saat dialam barzah nanti ya Allah saat yang sangat mengerikan itu ya Allah kami mohon hadirkan kekasihMu Nabi Muhammad sehingga kami tidak takut dan gentar lagi dengan malaikat Munkar&Nakir, dan ya Allah kami mohon disaat dipadang Mahsyar nanti ya Allah, hadirkan kekasihMu Nabi Muhammad , jadikanlah kekasihMu Nabi Muhammad yang akan menemani kami dan akan membonceng kami membawa kami ke Telaga kautsar lalu kami siberi air minum dari air Telaga kautsar hingga kami tidak akan haus selama-lamanya. Ya Allah jadikanlah kekasihMu Nabi Muhammad yang akan menemani kami disaat kami menyebrang Sirathal mustaqim hingga kami tidak akan terjerumus ke Neraka jahannam dan jadikanlah kekasihMu Nabi Muhammad yang akan kami saksikan di setiap saat disurgaMu ya Allah.
Ya Allah jadikanlah kekasihMu Nabi Muhammad yang senantiasa ya Allah kami lihat kelak disurga dan jadikanlah ucapan kami diakhir hayat kami kelak adalah ya Allah kalimat-kalimat yang kami ucapkan diakhir hayat kami kelak ya Allah adalah kalimat agung dan mulia,
" Lailahailallah Muhammadarrasulullah, Lailahailallah Muhammadarrasulullah, Lailahailallah Muhammadarrasulullah ".

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عزابانر
وسلالله عل سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
واحمد الله ر ب العلمين

#hikmah_kisah_islami


والله اعلم

Comments

Popular posts from this blog

Hukum akal dalam keimanan

Kisah penuh hikmah

Mengenal sifat-sifat Allah SWT dalam Aqidah Ahlussunah wal jama'ah