Kisah Rasulullah Saw

بسم الله الرحمن الرحيم

PERJUANGAN DAKWAH RASULULLAH SAW DI THAIF

Dikisahkan
Suatu ketika Nabi Muhammad Saw masuk kampung yang namanya kampung Thaif. Nabi Muhammad masuk kesitu untuk menyampaikan kebenaran, bukan untuk minta duit, bukan untuk cari makan, akan tetapi Nabi Muhammad datang kesitu adalah untuk mengajak orang lain, mengajak umat dikampung Thaif agar mendapat hidayah, agar kenal Allah SWT, agar selamat kelak di akhirat.
Akan tetapi ternyata kebaikan Nabi Muhammad  itu tidak disambut oleh mereka dengan kebaikan, akan tetapi ternyata malah dipukuli Nabi Muhammad Saw.

Nabi Muhammad masuk ke kampung Thaif, semua gang-gang ditutup, dijaga dan Nabi Muhammad disitu dikerumuni oleh anak-anak kecil, dikerahkan oleh mereka anak-anak kecil untuk membawa sandal, batu untuk melempari wajah Nabi Muhammad Saw. Dilempari terus Nabi Muhammad, sampai menjelang siang Nabi Muhammad merasakan capek, Nabi Muhammad berbisik,
" Wahai kampung Thaif, mohon jika engkau tidak bisa menerimaku, izinkan aku untuk keluar ".
Kata mereka,
" Tidak, engkau masuk tanpa izin kau harus mati disini wahai Muhammad ".
Terdiam Nabi Muhammad Saw.
Kemudian izin lagi Nabi Muhammad,
" Wahai masyarakat Thaif, jika engkau memang tidak menerimaku, maka izinkan aku untuk pulang, untuk kembali ".
Tiba-tiba Allah SWT menggerakkan hati mereka, sadar,
" Eh, kalau Muhammad terus disini, benar-benar mati disini, kita yang repot, kita urusan dengan khabilahnya Muhammad ".
" Terus bagaimana ? ".
" Ya, jangan sampai disinilah, lepas sajalah ".
" Tapi kurang ajar itu orangnya ".
" Pokoknya kita lepas, kita buat kapok dan tidak boleh selamat ia ".
" Oo ya, boleh-boleh ".
Bermusyawarah mereka.

Tiba-tiba tidak lama kemudian, pemuda-pemuda Thaif sudah pada keluar.
Tiba-tiba pemuda ini tidak ke Nabi Muhammad,  tapi ke gang pintu.
Semua sudah pada ditutup hanya ada satu jalan saja disitu
Sudah ada semua orang berbaris 2 barisan, orang yang kekar-kekar, kemudian pembesar Thaif berkata,
" Hai Muhammad, kalau kamu ingin pulang itu pintu pulang lewat sana ".
Semua jalan tidak ada, Nabi Muhammad melihat 2 barisan ini sadar, "mereka tentu akan berbuat yang tidak baik kepadaku, tapi akupun tidak mungkin terus disini karena aku ditunggu diluar sana ".
Itu yang ada di hati Nabi Muhammad Saw.

Kemudian Nabi Muhammad Saw bertawakal, berjalan menuju kepintu yang sudah dijaga oleh 2 barisan itu.
Dan ketahuilah, saat Nabi Muhammad baru melewati orang yang paling depan, ketahuilah, orang yang gagah perkasa dengan tangannya menggenggam tiba-tiba memukul Nabi Muhammad, kenalah pelipis Nabi Muhammad yang kanan sehingga Nabi Muhammad terpental ke kiri dan ternyata dikiri sudah disambut oleh orang yang dikiri Nabi Muhammad dengan pukulan yang lebih keras lagi, sehingga Nabi Muhammad terpental ke kanan, dan disaat itu ada orang yang dibelakang Nabi Muhammad mendorong dengan kerasnya, sehingga Nabi Muhammad tersungkur wajah suci beliau ke bumi dan diduduk berdirikan lagi Nabi Muhammad, hingga terjatuh lagi wajah beliau kebumi, diberdirikan lagi, dipukul dari kanan, dipukul dari kiri, dan begitu seterusnya Nabi Muhammad. Jatuh bangun dipukul, jatuh bangun dipukul Nabi Muhammad hingga keluar dari barisan manusia-manusia itu.
Dan saat itu Nabi Muhammad merasakan sakit yang sangat.
Nabi Muhammad menoleh kiri ke kanan ingin mencari tempat berlindung untuk beristirahat.

Bayangkan, dipukul dan dijatuhkan dan dipukul lagi.
Alangkah sakitnya dirimu Ya Rasulullah disaat itu.
Hanya ingin menyampaikan syahadat kepada kami umatmu Ya Rasulullah.

Kemudian, terlihatlah pohon kurma yang rindang, maka Nabi Muhammad mendekat ke pohon kurma itu ( dalam riwayat pohon anggur ).
Sampailah di tempat itu Nabi Muhammad terduduk ditempat itu.
Kemudian wajah beliau menghadap ke kampung Thaif, dan di saat Nabi Muhammad menghadap ke kampung Thaif air mata berlinang, jatuh di pipi beliau dan Nabi Muhammad berdoa,
" Ya Allah, jangan siksa mereka ya Allah ".

Lihatlah, disaat sudah disakiti Nabi Muhammad masih seperti itu.

Tiba-tiba malaikat Jibril datang dan berkata,
" Ya Rasulullah, sungguh keterlaluan umatmu itu ya Rasulullah ".
Diam Nabi Muhammad.
" Ya Rasulullah, sungguh umatmu sangat keterlaluan ".
Diam Nabi Muhammad.
" Ya Rasulullah, umatmu sangat keterlaluan, jika engkau mau akan aku angkat gunung itu akan aku jatuhkan diatas kepala mereka ".
Nabi Muhammad yang lemah lunglai itu mendengar omongan Jibril akan mengangkat gunung, tiba-tiba berdiri dengan tegaknya, dengan kekarnya, lalu berkata,
" Ya Jibril, jangan lakukan itu. Aku masih berharap mereka akan ber- Asyhaduallailahailallah, aku masih berharap mereka akan punya anak keturunan ahli iman ".
Kemudian Nabi Muhammad mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi dan berdoa,
" Ya Allah, berikan petunjukmu kepada kaumku, mereka berbuat itu karena mereka belum tau ya Allah ".

Nabi Muhammad Saw.
Kasihnya kepada umat.
Tidak ingin umat ini tersiksa.
Tidak ingin umat ini sengsara.
Rela beliau dipukuli.

ما شاء الله
اللهم صل على سيدنا محمد

والله اعلم

Comments

Popular posts from this blog

Hukum akal dalam keimanan

Kisah penuh hikmah

Mengenal sifat-sifat Allah SWT dalam Aqidah Ahlussunah wal jama'ah